Detail Artikel

Pentingnya Penerapan Standar dan Model dalam Pengembangan Perangkat Lunak

DIAUL HAQ (Mahasiswa) Dipublikasikan 16 September 2026
Pentingnya Penerapan Standar dan Model dalam Pengembangan Perangkat Lunak

Artikel ini membahas opini penulis mengenai pentingnya penerapan standar dan model dalam pengembangan perangkat lunak

Dalam pandangan saya, penerapan standar maupun model dalam pengembangan perangkat lunak bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kebutuhan mendasar yang menentukan keberhasilan suatu proyek. Tanpa acuan yang jelas, proses pengembangan cenderung berjalan tidak konsisten dan sulit diukur kualitasnya, sehingga risiko dihasilkannya produk yang tidak sesuai kebutuhan pengguna atau meleset dari jadwal menjadi jauh lebih besar. Kondisi ini semakin terasa ketika sebuah tim harus bekerja dalam skala besar, dengan banyak anggota yang memiliki latar belakang dan kebiasaan kerja yang berbeda-beda.

Standar pada dasarnya berfungsi sebagai kerangka acuan bersama bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pengembang, manajer proyek, hingga pengguna akhir, sehingga proses pengembangan dapat berjalan lebih terstruktur dan terukur. ISO/IEC 12207, misalnya, menyediakan kerangka proses siklus hidup perangkat lunak yang mendefinisikan aktivitas dan tugas mulai dari tahap akuisisi, pengembangan, hingga pemeliharaan produk. Dengan kerangka semacam ini, setiap pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap proses yang sedang berjalan, sehingga miskomunikasi antartim dapat diminimalkan dan tanggung jawab masing-masing pihak menjadi lebih jelas.

Pentingnya standar ini juga tercermin dari penelitian Deswandi dan Hudaya (2020), yang menyoroti bahwa kualitas produk perangkat lunak merupakan hal krusial bagi perusahaan pengembang, sehingga dibutuhkan pendekatan model seperti Capability Maturity Model Integration (CMMI) untuk menilai tingkat kematangan proses pengembangan suatu organisasi. Melalui model kematangan semacam ini, organisasi dapat mengidentifikasi area proses yang sudah memenuhi standar dan yang masih memerlukan perbaikan, sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan secara terarah dan berbasis data, bukan sekadar berdasarkan asumsi atau coba coba. Hal ini juga membantu perusahaan, terutama yang memiliki sumber daya terbatas, untuk menentukan prioritas perbaikan yang benar-benar berdampak signifikan terhadap kualitas hasil akhir.

Selain dari sisi proses, standar juga berperan penting dalam mengukur kualitas produk akhir yang dihasilkan. Nursahiba dan Enda (2024) dalam penelitiannya menerapkan ISO/IEC 25010 untuk mengevaluasi kualitas sebuah situs web berdasarkan delapan karakteristik, di antaranya functional suitability, usability, performance efficiency, hingga security. Pendekatan ini menegaskan bahwa tanpa standar pengukuran yang baku, penilaian kualitas perangkat lunak akan bersifat subjektif, sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan sulit dibandingkan antarproyek maupun antarorganisasi. Dengan adanya standar pengukuran yang jelas, evaluasi kualitas dapat dilakukan secara lebih objektif dan hasilnya dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Berdasarkan uraian tersebut, saya berpendapat bahwa penerapan standar dan model dalam pengembangan perangkat lunak memang sangat dibutuhkan, karena memberikan setidaknya tiga manfaat utama: pertama, menyeragamkan pemahaman proses antarpihak yang terlibat; kedua, menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap proses pengembangan; dan ketiga, memastikan kualitas produk dapat diukur secara objektif dan konsisten. Tanpa adanya standar, organisasi akan kesulitan menjamin bahwa perangkat lunak yang dihasilkan benar-benar andal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, penerapan standar sebaiknya tidak dipandang sebagai beban administratif semata, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan proses pengembangan perangkat lunak di suatu organisasi.

Daftar Pustaka

Deswandi, A., & Hudaya, B. (2020). Audit Pengembangan Perangkat Lunak Menggunakan Metode Capability Maturity Model Integration (CMMI) Maturity Level 3. Jurnal Informatika, 7(2), 148–155. 

Nursahiba, & Enda, D. (2024). Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak Dengan Standar ISO/IEC 25010 Pada Website Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis. JEKIN - Jurnal Teknik Informatika, 5(1), 13–23. https://doi.org/10.58794/jekin.v5i1.839