Detail Artikel

Standar Kualitas Software: Kebutuhan atau Sekadar Pedoman?

PUTRI ATIKA MAHARDIKA DEWI (Mahasiswa) Dipublikasikan 23 September 2026
Standar Kualitas Software: Kebutuhan atau Sekadar Pedoman?

Di era sekarang ini, hampir semua aktivitas manusia bergantung pada software. Mulai dari aplikasi pendidikan, perbankan, kesehatan, pemerintahan, hingga aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuat kualitas software menjadi semakin penting. Suatu software tidak cukup hanya memiliki fungsi yang berjalan dengan baik, tetapi juga perlu memiliki kinerja yang baik, mudah digunakan, dan mampu melindungi data pengguna.

Namun, istilah “software berkualitas” dapat memiliki arti yang berbeda. Bagi pengembang, software berkualitas dapat berarti seluruh fitur berjalan sesuai rancangan. Sementara bagi pengguna, kualitas dapat berarti aplikasi mudah digunakan, jarang mengalami kesalahan, dan memberikan respons yang cepat. Perbedaan sudut pandang tersebut menunjukkan bahwa kualitas software tidak cukup dinilai hanya berdasarkan apakah sebuah aplikasi dapat berjalan atau tidak.

Menurut saya, di sinilah standar kualitas software menjadi penting. Standar memberikan acuan mengenai aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menilai kualitas software. Tanpa acuan yang jelas, penilaian dapat menjadi subjektif. Sebuah aplikasi mungkin dianggap sudah baik karena seluruh fitur utamanya berjalan, padahal masih terdapat masalah seperti tampilan yang sulit dipahami, waktu respons yang lama, sistem yang sering mengalami gangguan, atau keamanan yang belum memadai.

ISO/IEC 25010, misalnya, menyediakan karakteristik kualitas software seperti functional suitability, performance efficiency, compatibility, usability, reliability, security, maintainability, dan portability. Dengan karakteristik tersebut, kualitas software dapat dilihat dari berbagai aspek. Hal ini menunjukkan bahwa software yang “berfungsi” dan software yang “berkualitas” merupakan dua hal yang tidak selalu sama.

Standar juga dapat membantu pengembang menemukan bagian software yang masih perlu diperbaiki. Contohnya, penelitian (Suhartono & Sukriyah, 2025) terhadap aplikasi Audit Management System menggunakan ISO/IEC 25010 untuk mengevaluasi kualitas aplikasi. Evaluasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik yang sudah memenuhi kebutuhan maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Kualitas software juga tidak hanya dirasakan oleh pengembang, tetapi terutama oleh pengguna. Pengguna tidak mengetahui bagaimana kode program dibuat atau framework apa yang digunakan. Mereka lebih banyak menilai software berdasarkan pengalaman ketika menggunakannya. Aplikasi dengan fitur lengkap tetapi sulit digunakan tetap dapat memberikan pengalaman yang kurang baik.

Meskipun demikian, standar tidak harus diterapkan secara kaku pada setiap proyek. Setiap software memiliki tujuan, pengguna, tingkat kompleksitas, dan risiko yang berbeda. Penelitian (Praptama & Yamasari, 2025) mengenai SIMPADU pada DPMPTSP Kabupaten Magetan menggunakan lima karakteristik ISO/IEC 25010, yaitu functional suitability, usability, reliability, performance efficiency, dan maintainability. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model kualitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan evaluasi.

Jika kembali pada pertanyaan dalam judul, menurut saya standar kualitas software merupakan kebutuhan sekaligus pedoman. Standar dibutuhkan agar kualitas software memiliki ukuran yang lebih jelas, tetapi penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi proyek. Dengan demikian, yang terpenting bukan sekadar menggunakan standar, melainkan memahami tujuan penggunaannya dan menerapkannya sesuai kebutuhan software.

 

Daftar Pustaka

Praptama, E., & Yamasari, Y. (2025). Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak SIMPADU Berdasarkan ISO/IEC 25010:2011 pada DPMPTSP Kabupaten Magetan. Journal of Informatics and Computer Science (JINACS), 7(01), 228–239. https://doi.org/10.26740/jinacs.v7n01.p228-239

Suhartono, B., & Sukriyah. (2025). EVALUASI KUALITAS PERANGKAT LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN ISO 25010: STUDI KASUS APLIKASI AUDIT MANAJEMEN SISTEM. Insan Pembangunan Sistem Informasi Dan Komputer (IPSIKOM), 13(1), 1–8. https://doi.org/10.58217/ipsikom.v13i1.426