Standar Software Engineering Bukan Hanya untuk Perusahaan Besar: Pelajaran dari Empat Mahasiswa di Ekuador
Penerapan ISO/IEC 29110 membantu tim kecil mengembangkan perangkat lunak secara lebih terarah, termasuk berdasarkan pengalaman empat tim mahasiswa di Ekuador.
Dalam pengembangan perangkat lunak, standar sering dianggap lebih cocok untuk perusahaan besar yang memiliki banyak anggota, sumber daya, dan proses kerja yang kompleks. Sementara itu, tim kecil atau mahasiswa yang mengerjakan proyek dalam kelompok sering merasa bahwa penerapan standar justru akan menambah pekerjaan dan dokumentasi. Padahal, permasalahan dalam pengembangan perangkat lunak tidak hanya berasal dari kesalahan kode, tetapi juga dari proses yang tidak teratur, pembagian pekerjaan yang kurang jelas, serta pengujian yang tidak dilakukan dengan baik.
Salah satu standar yang menarik dalam konteks tim kecil adalah ISO/IEC 29110. Standar ini ditujukan untuk Very Small Entities (VSEs), yaitu organisasi, departemen, atau proyek dengan jumlah anggota hingga 25 orang. ISO/IEC 29110 menyediakan profil dan panduan yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan entitas berskala kecil. Hal ini membuat standar tersebut menarik jika dikaitkan dengan proyek mahasiswa yang biasanya dikerjakan oleh tim dengan anggota dan sumber daya terbatas.
Empat Tim Mahasiswa di Ekuador
Penerapan ISO/IEC 29110 menjadi semakin menarik karena pernah diuji secara langsung pada empat tim mahasiswa sarjana di Ekuador. Castillo-Salinas et al. (2020) melakukan eksperimen dengan meminta keempat tim tersebut mengembangkan perangkat lunak untuk penjadwalan janji temu medis pada Student Wellness Center sebuah universitas. Dua tim menggunakan sebagian proses Software Implementation dari ISO/IEC 29110, sedangkan dua tim lainnya menentukan aktivitas pengembangan mereka sendiri. Seluruh tim menggunakan Scrum selama eksperimen.
Empat tim mahasiswa, satu proyek perangkat lunak, tetapi tidak semuanya menggunakan panduan proses ISO/IEC 29110.
Dalam ISO/IEC 29110, Software Basic Profile terdiri dari dua proses utama, yaitu Project Management dan Software Implementation. Proses Software Implementation mencakup aktivitas seperti analisis, desain, konstruksi, integrasi, dan pengujian perangkat lunak. Karena penelitian Ekuador menggunakan subset dari proses tersebut, eksperimen ini memberikan contoh konkret mengenai bagaimana standar dapat diterapkan pada tim yang masih berada dalam lingkungan akademik.
Apakah Standar Membantu?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim yang menggunakan panduan ISO/IEC 29110 memperoleh hasil evaluasi proses perangkat lunak yang lebih baik dibandingkan tim yang tidak menggunakan panduan tersebut. Dua tim yang menggunakan panduan tersebut juga memperoleh skor lebih tinggi pada aktivitas Software Implementation yang dievaluasi dalam penelitian.
Menurut saya, hasil tersebut menarik karena menunjukkan bahwa standar tidak hanya relevan bagi organisasi yang sudah memiliki pengalaman dalam pengembangan perangkat lunak. Panduan proses juga dapat membantu tim kecil memiliki acuan yang lebih jelas dalam menjalankan aktivitas pengembangan. Dengan adanya proses yang lebih terarah, pekerjaan tim tidak hanya bergantung pada kebiasaan masing-masing anggota.
Namun, penerapan standar bukan berarti membuat seluruh masalah proyek langsung terselesaikan. Eksperimen tersebut dilakukan selama enam minggu dan mahasiswa mengerjakan proyek secara part-time. Kondisi tersebut menyebabkan waktu menjadi salah satu kendala, terutama ketika tim memasuki tahap konstruksi dan pengujian perangkat lunak.
Standar dapat membantu mengarahkan proses, tetapi tidak menghilangkan keterbatasan waktu, kemampuan, dan sumber daya sebuah tim.
Apa yang Bisa Dipelajari Mahasiswa?
Menurut saya, bagian paling relevan dari penelitian tersebut adalah bagaimana prinsip standar dapat diterapkan secara proporsional. Mahasiswa juga sering bekerja dalam tim kecil dengan waktu pengerjaan terbatas dan kemampuan anggota yang berbeda-beda. Karena itu, prinsip seperti perencanaan, pembagian pekerjaan, dokumentasi, pengujian, dan evaluasi proses sebenarnya dapat diterapkan tanpa membuat proyek menjadi terlalu formal.
Yang penting bukan menerapkan seluruh bagian standar sebanyak mungkin, tetapi memahami proses apa yang memang dibutuhkan oleh tim. Standar seharusnya menjadi acuan untuk membantu tim bekerja lebih terstruktur, bukan sekadar tambahan dokumentasi yang dibuat untuk memenuhi persyaratan.
Pada akhirnya, penelitian terhadap empat tim mahasiswa di Ekuador menunjukkan bahwa standar software engineering tidak hanya relevan bagi perusahaan besar. Penerapan ISO/IEC 29110 dapat membantu tim kecil menjalankan proses pengembangan dengan lebih terarah, meskipun tetap memiliki keterbatasan dalam penerapannya. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran bahwa menghasilkan perangkat lunak yang baik bukan hanya tentang membuat kode yang berjalan, tetapi juga tentang bagaimana proses pengembangannya dikelola dengan baik.
Daftar Pustaka
Castillo-Salinas, L., Sanchez-Gordon, S., Villarroel-Ramos, J., & Sánchez-Gordón, M. (2020). Evaluation of the implementation of a subset of ISO/IEC 29110 Software Implementation process in four teams of undergraduate students of Ecuador: An empirical software engineering experiment. Computer Standards & Interfaces, 70, 103430. https://doi.org/10.1016/j.csi.2020.103430
International Organization for Standardization. (n.d.). ISO/IEC 29110 series: Systems and software engineering—Lifecycle profiles for very small entities (VSEs). https://committee.iso.org/sites/jtc1sc7/home/projects/flagship-standards/isoiec-29110-series.html