Dampak Dark Patterns terhadap Kualitas Pengalaman Pengguna dari Sudut Pandang Quality Assurance
Dark patterns menggiring pengguna ke keputusan tak diniatkan dan lolos uji fungsional; QA perlu menilai kejujuran alur pengguna.
Menurut saya, kualitas perangkat lunak tidak cukup diukur dari apakah fiturnya berjalan sesuai spesifikasi. Ada antarmuka yang berfungsi normal tetapi dirancang untuk menggiring pengguna mengambil keputusan yang tidak mereka niatkan, sehingga pengalaman penggunanya dapat dirugikan. Praktik ini dikenal sebagai dark patterns. Tim Quality Assurance (QA) perlu ikut memperhatikannya.
Gray dkk. (2018) menelaah dark patterns sebagai persoalan etika desain, yaitu ketika nilai bagi pengguna dikalahkan oleh kepentingan pemilik bisnis. Bentuknya beragam, antara lain nagging (gangguan berulang), obstruction (proses yang sengaja dipersulit), sneaking (informasi penting disembunyikan), interface interference (tampilan yang memanipulasi pilihan), dan forced action (tindakan yang dipaksakan). Sebagai gambaran, proses berhenti berlangganan yang dibuat lebih berbelit daripada proses mendaftar termasuk dalam kelompok obstruction (Gray dkk., 2018; Luguri & Strahilevitz, 2021).
Pola ini ditemukan cukup luas pada aplikasi yang diteliti. Di Geronimo dkk. (2020) menganalisis 240 aplikasi Android gratis yang sedang populer di pasar Amerika Serikat dan menemukan bahwa 95% di antaranya mengandung satu atau lebih bentuk dark patterns. Rata-rata setiap aplikasi memuat sekitar tujuh pola, dan nagging menjadi jenis yang paling sering ditemukan. Dalam eksperimen daring pada penelitian yang sama, sebagian besar pengguna tidak mengenalinya dalam video singkat penggunaan aplikasi, meskipun mereka lebih mampu mengenalinya setelah diberi informasi. Dalam eksperimen terhadap sampel konsumen Amerika Serikat yang representatif, Luguri dan Strahilevitz (2021) menemukan bahwa pengguna yang terpapar dark patterns ringan lebih dari dua kali lebih mungkin mendaftar ke layanan yang meragukan dibandingkan kelompok kontrol, dan yang terpapar versi agresif hampir empat kali lebih mungkin. Layanan tersebut merupakan simulasi, sehingga temuan ini menggambarkan keputusan dalam skenario eksperimen. Kedua penelitian ini memakai sampel tertentu, yaitu aplikasi populer di pasar Amerika Serikat dan konsumen Amerika Serikat, sehingga hasilnya belum tentu mencerminkan kondisi di Indonesia.
Menurut saya, inilah alasan dark patterns menjadi persoalan QA. Alur yang manipulatif bisa saja lolos pengujian fungsional, karena tombolnya berfungsi dan transaksinya tercatat. Karena itu, saya berpendapat QA dapat mempertimbangkan beberapa langkah: menilai transparansi dan kejujuran alur dalam pengujian kegunaan, menguji alur pembatalan dan penolakan dengan keseriusan yang sama seperti alur pendaftaran, serta terlibat sejak tahap tinjauan desain. Sebagai contoh, saat menguji alur berlangganan, penguji dapat membandingkan jumlah langkah untuk mendaftar dengan jumlah langkah untuk berhenti; selisih yang besar patut dicurigai sebagai obstruction. Temuan Di Geronimo dkk. (2020) bahwa informasi membantu pengguna mengenali dark patterns membuat saya menduga bahwa kesadaran tim juga penting. Langkah-langkah dan dugaan ini adalah pendapat saya, bukan temuan dari penelitian tersebut.
Berdasarkan uraian tersebut, saya berpendapat bahwa produk yang bebas galat belum tentu berkualitas. QA perlu memperluas cakupan dari kesesuaian spesifikasi menuju penilaian kejujuran alur pengguna, agar teknologi melayani penggunanya dengan adil.
Daftar Pustaka Di Geronimo, L., Braz, L., Fregnan, E., Palomba, F., & Bacchelli, A. (2020). UI dark patterns and where to find them: A study on mobile applications and user perception. Proceedings of the 2020 CHI Conference on Human Factors in Computing Systems (CHI '20), 1-14. https://doi.org/10.1145/3313831.3376600
Gray, C. M., Kou, Y., Battles, B., Hoggatt, J., & Toombs, A. L. (2018). The dark (patterns) side of UX design. Proceedings of the 2018 CHI Conference on Human Factors in Computing Systems (CHI '18), Paper 534, 1-14. https://doi.org/10.1145/3173574.3174108
Luguri, J., & Strahilevitz, L. J. (2021). Shining a light on dark patterns. Journal of Legal Analysis, 13(1), 43-109. https://doi.org/10.1093/jla/laaa006