Detail Artikel

Sambang Desa 2026: Mahasiswa Dampingi Branding Tiga UMKM di Desa Andonosari

Cindyrahma Anggraini (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
Sambang Desa 2026: Mahasiswa Dampingi Branding Tiga UMKM di Desa Andonosari

Sambang Desa 2026 mendampingi tiga UMKM di Desa Andonosari melalui pembuatan video branding guna memperkuat identitas produk dan memperluas jangkauan

UNAIR NEWS – Kementerian Pengabdian Masyarakat dan Pariwisata (Pengmaspar) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kunjungan ke tiga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Sambang Desa 2026 yang berfokus pada pendampingan branding produk melalui pembuatan video promosi.

Tiga UMKM yang dikunjungi meliputi UMKM Nyimut milik Ibu Sumakyah yang memproduksi keripik labu siam, selai apel, dan wedang jahe bubuk, UMKM milik Ibu Nina yang memproduksi samiler berbahan dasar singkong, serta UMKM milik Ibu Nia yang memproduksi minuman sari apel. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara, dokumentasi, mengikuti proses produksi, dan menyusun materi video branding untuk mendukung promosi digital masing-masing UMKM.

Pada kunjungan ke UMKM Nyimut, mahasiswa mengamati proses pengolahan berbagai produk olahan hasil pertanian lokal. Produk Nyimut memanfaatkan bahan baku dari Desa Andonosari, termasuk labu siam yang diolah menjadi keripik bernilai jual. Saat ini, produk Nyimut telah dipasarkan di pasar lokal, jaringan relasi di luar daerah, serta melalui UMKM Karya Loka Pasuruan.

Meski demikian, Ibu Sumakyah menyampaikan bahwa pengembangan kemasan dan branding masih menjadi tantangan dalam meningkatkan daya saing produknya.

"Saya ingin kualitas produk yang saya jual ini tetap bagus dan tidak merugikan orang lain. Meskipun nanti harga naik atau takaran berkurang, kualitasnya harus tetap terjaga agar tidak merusak generasi penerus kita," ujarnya.

Kunjungan berikutnya dilakukan ke UMKM milik Ibu Nina yang memproduksi samiler berbahan dasar singkong. Mahasiswa mendokumentasikan proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional, mulai dari pengolahan bahan hingga penjemuran menggunakan sinar matahari.

"Prosesnya masih tradisional sekali. Cara mengolah, mencuci, sampai menjemurnya harus benar-benar dipertahankan agar kualitas dan cita rasa khas samiler tetap terjaga," tuturnya.

Selain itu, panitia juga mengunjungi UMKM milik Ibu Nia yang memproduksi minuman sari apel. Pada kunjungan tersebut, mahasiswa melakukan dokumentasi proses produksi sebagai bahan pembuatan video branding untuk mendukung promosi produk.

Melalui Program Sambang Desa 2026, Pengmaspar BEM Fakultas Vokasi Universitas Airlangga berharap video branding yang dihasilkan dapat membantu memperkuat identitas produk UMKM Desa Andonosari, memperluas jangkauan promosi, dan meningkatkan daya saing produk di pasar.