Mahasiswa Sosiologi UNAIR Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Randuagung Olah Sampah Plastik Menjadi Furnitur Melalui Ecologic
Mahasiswa Sosiologi mengolah sampah anorganik menjadi furnitur bersama warga Desa Randuagung melalui Ecologic RASIO 2026.
SINGOSARI, MALANG – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMA Sosiologi) Universitas Airlangga melalui Divisi Pengembangan, Pemberdayaan, dan Pengabdian Masyarakat (P3M) melaksanakan kegiatan Ecologic pada 17 Oktober 2026 bersama ibu-ibu PKK RT 3 RW 2, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Rangkul Desa Sosiologi (RASIO) 2026 yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan praktik pengelolaan sampah. Berangkat dari permasalahan sampah anorganik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alami, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk melihat potensi pemanfaatan sampah melalui pendekatan kreatif dan berkelanjutan. Melalui Ecologic, mahasiswa berupaya memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga menghasilkan barang yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan Ecologic dilakukan dengan memanfaatkan sampah anorganik yang dimasukkan ke dalam botol plastik, kemudian dipadatkan hingga menjadi ecobrick. Botol-botol yang telah terisi dan dipadatkan tersebut selanjutnya dirakit menjadi furnitur berupa sofa dan meja. Dalam prosesnya, mahasiswa bersama ibu-ibu PKK RT 3 RW 2 Desa Randuagung berkolaborasi untuk mengolah sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini berhasil menghasilkan satu set furnitur yang terdiri atas empat sofa dan satu meja. Hasil tersebut kemudian diserahkan kepada warga setempat agar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktik mengenai pengolahan sampah, tetapi juga menghasilkan produk nyata yang menunjukkan bahwa sampah anorganik dapat dimanfaatkan kembali melalui pengelolaan yang tepat.
Bu Nunik selaku perwakilan ibu-ibu PKK setempat menyampaikan bahwa kegiatan Ecologic memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memperkenalkan cara baru untuk mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa sampah plastik yang sulit terurai ternyata dapat dimanfaatkan kembali menjadi furnitur yang memiliki nilai guna.
Menurut saya, kegiatan Ecologic ini sangat bermanfaat. Sampah plastik yang susah diurai ternyata bisa diolah menjadi meja dan sofa. Semoga kegiatan seperti ini bisa memberikan kesadaran buat warga Randuagung, khususnya, untuk lebih peduli pada lingkungan,” ujarnya.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan, yaitu mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya mengurangi sampah dan memanfaatkan kembali bahan yang masih memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan Ecologic dalam rangkaian RASIO 2026, HIMA Sosiologi UNAIR berharap pemanfaatan sampah anorganik menjadi furnitur dapat menjadi salah satu contoh praktik pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan di tingkat masyarakat. Penyerahan satu set furnitur berupa empat sofa dan satu meja kepada warga setempat menjadi bentuk nyata hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang diharapkan dapat memberikan manfaat setelah program selesai dilaksanakan. Selain menghasilkan produk yang dapat digunakan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, RASIO 2026 menjadi upaya untuk membangun kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.