Detail Artikel

Usung Konsep Zero Waste, Mahasiswa UNAIR Olah Kotoran Suburkan Pertanian

HERDINA IZZA AFKARINA (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
Usung Konsep Zero Waste, Mahasiswa UNAIR Olah Kotoran Suburkan Pertanian

Mahasiswa BBK-8 UNAIR mengadakan program GEMPUR untuk mengedukasi warga Desa Siliragung dalam mengolah limbah peternakan.

UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK) Angkatan ke-8 Universitas Airlangga (UNAIR) sukses meluncurkan program kerja inovatif bertajuk "Gerakan Edukasi Mengelola Pupuk Unggul Ramah Lingkungan" (GEMPUR). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Jumat (17/07) dengan menyasar para peternak dan warga di Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah ternak secara terpadu. Selain menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memanfaatkan kotoran hewan sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk berkualitas tinggi. Warga diberikan pemahaman mendalam mengenai kandungan hara esensial pada feses sapi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang sangat dibutuhkan oleh sektor pertanian.

Mendorong Sistem Pertanian Terintegrasi

Kegiatan GEMPUR ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari tenaga ahli medis veteriner setempat, drh. Robby. Menurutnya, inisiatif yang diusung oleh mahasiswa UNAIR ini memberikan dampak yang sangat masif bagi sektor lingkungan dan ekonomi masyarakat desa.

"Menurut saya kegiatan ini cukup bagus sekali, terutama untuk petani dan peternak karena dampak lingkungannya juga sangat bagus. Dalam arti, pengelolaan limbah dari ternak bisa dijadikan pupuk yang disebut integrasi. Jadi dari ternak turun ke pertanian, sehingga hasil dari pertanian nanti limbahnya juga bisa kembali ke ternak," papar drh. Robby saat memberikan evaluasi terhadap program tersebut.

Praktik Bersama dan Target Zero Waste

Tidak hanya sebatas teori, mahasiswa BBK-8 UNAIR mengajak warga Desa Siliragung melakukan praktik langsung pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Proses demonstrasi dilakukan secara interaktif dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti feses sapi, air, cairan EM4, dan molase. Kehadiran media informasi berupa leaflet yang dibagikan turut mempermudah warga dalam memahami tata cara pembuatannya secara mandiri di rumah.

Di akhir sesi kegiatan, drh. Robby juga menyampaikan pesan dan harapan besarnya bagi masa depan pertanian di wilayah Siliragung agar bisa bergeser menuju pemanfaatan bahan organik secara total.

"Harapannya untuk semua kalangan baik itu petani maupun peternak dimanapun berada bisa memanfaatkan limbah atau kotoran ternak dengan baik sehingga kita bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia. Limbah-limbah yang ada di peternakan masing-masing bisa dikelola dengan baik supaya nanti turun ke sawah dengan konsep zero waste, jadi tidak ada limbah yang terbuang sia-sia," pungkasnya.

Kegiatan ini mendukung penuh ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals(SDGs) poin ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala usia.

#SDH3 #GoodHealthandWellBeing #SDGsUNAIR