Detail Artikel

Mahasiswa Komunikasi Universitas Airlangga Berdayakan Panti Asuhan Darussa’adah Al Hayat Lewat Budidaya “Roemah Lele” di Sidoarjo

ALISYA RAHMAWATI (Mahasiswa) Dipublikasikan 21 October 2026
Mahasiswa Komunikasi Universitas Airlangga Berdayakan Panti Asuhan Darussa’adah Al Hayat Lewat Budidaya “Roemah Lele” di Sidoarjo

Mahasiswa UNAIR berdayakan Panti Asuhan Darussa’adah Al Hayat melalui budidaya "Roemah Lele" guna mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis SDGs.

SIDOARJO – Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan pemberdayaan kewirausahaan bertajuk “Roemah Lele” di Yayasan Panti Asuhan Darussa’adah Al Hayat, Kota Sidoarjo. Program ini dirancang untuk membangun kemandirian ekonomi panti asuhan melalui optimalisasi aset pekarangan kolam lele secara berkelanjutan. Inisiatif ini dijalankan lima mahasiswa, yakni Amelia Clara Krustian, Bilqis Azzahra Cemara Bilya, Marsya Santivani, Akbar Hartono Suryadi, dan Alisya Rahmawati, di bawah bimbingan dosen pengampu Ratih Puspa, S.Sos., M.A., Ph.D. Rangkaian kegiatan berlangsung secara bertahap mulai dari observasi pada Maret hingga evaluasi akhir pada Juli 2026.

Program ini berawal dari kebutuhan nyata panti asuhan yang menaungi 47 anak asuh. Operasional yayasan selama ini sangat bergantung pada bantuan donatur. Kendati memiliki kolam budidaya lele, pengelolaannya masih berjalan otodidak berbekal informasi seadanya dari internet. Akibatnya, panti kerap merugi akibat tingginya kematian benih, manajemen pakan yang tidak teratur, serta belum adanya pengolahan pascapanen selain menjual lele mentah dengan harga murah. Menjawab kendala tersebut, tim merancang intervensi terpadu dari hulu ke hilir. Pelaksanaan dimulai pada 20 Mei 2026 melalui pelatihan optimalisasi produk dan digitalisasi usaha. Peserta mempraktikkan pembersihan higienis, pembuatan lele marinasi siap masak, hingga pengemasan berstiker merek “Roemah Lele”. Pada hari yang sama, tim memfasilitasi pembuatan toko daring di Shopee dan mendaftarkan titik lokasi usaha di Google Maps. Rangkaian berlanjut pada 23 Mei 2026 lewat pelatihan budidaya lele bersama praktisi ahli yang membekali teknik pemilihan bibit, kontrol air kolam, manajemen pakan, hingga penebaran benih baru. Sebagai pelengkap edukatif, tim menggelar sesi Fun Education pada 1 Juni 2026 bagi anak-anak asuh lewat simulasi permainan pemilahan lele (grading game) menggunakan bola warna-warni guna memupuk kerja sama dan tanggung jawab tim sejak dini.

Dampak transfer pengetahuan program ini terbukti nyata secara terukur. Rata-rata nilai pemahaman pengurus melonjak dari 53,3 persen pada pre-test menjadi 96 persen pada post-test, dengan pemahaman pemasaran digital melesat dari 26,7 persen ke 93,3 persen. Sementara itu, pemahaman anak-anak asuh terkait pemeliharaan kolam meningkat dari 40,7 persen menjadi 85 persen. Evaluasi menyeluruh mencatat beberapa kendala lapangan, seperti masa budidaya lele yang membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan hingga panen, bahan baku demonstrasi yang masih menggunakan pasokan eksisting, adaptasi benih baru, serta penyusunan katalog Shopee dan aktivasi WhatsApp Business yang menunggu nomor khusus usaha panti. Tim mahasiswa merekomendasikan pengurus panti menjaga konsistensi kontrol air dan pemilahan ukuran ikan secara berkala, melengkapi etalase digital, serta memantau perkembangan kolam hingga masa panen tiba.

"Program ini disusun berbasis kebutuhan mitra (needs-based approach) agar panti asuhan memiliki keterampilan nyata dalam mengelola asetnya secara mandiri, bukan sekadar menerima bantuan jangka pendek," jelas Bilqis Azzahra, perwakilan mahasiswa. Pengurus yayasan pun menyambut baik pendampingan ini. "Dulu kami mengurus kolam hanya coba-coba dan sering merugi. Kehadiran mahasiswa UNAIR memberi wawasan baru mulai dari perawatan air, pengolahan lele marinasi bernilai jual tinggi, hingga pemasaran online yang sangat bermanfaat bagi kemandirian operasional kami," tuturnya.

Keberhasilan program ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).