Mahasiswa Psikologi UNAIR Jalankan Psikoedukasi di PRSMP, Wujud Kontribusi SDG 3
Mahasiswa Psikologi UNAIR menjalankan psikoedukasi mengenai konsep diri untuk anak binaan PRSMP Surabaya selama magang di Bagian Psikologi Polda Jatim.
Surabaya. Lima mahasiswa Psikologi Univeristas Airlangga (UNAIR) menyusun dan menjalankan psikoedukasi bagi 28 anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) di UPT Perlindungan Sosial dan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra (PRSMP) Surabaya. Kegiatan ini bagian dari program BBK-KKN Penyetaraan dengan magang di Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jawa Timur.
Kelimanya adalah Mayrin Aunsy Nariswari Utomo, Aisah Taufiqi Hidah, Khadeeja Yasmine, Nadiah Salma Fitriani, Vicha Dewi Setia Ningrum. Program bertema "Kenali Dirimu, Siapkan Langkahmu!" berlangsung pada Kamis (16/7/2026) dan Kamis (23/7/2026).
Dari need assessment yang dilakukan tim bersama UPT PRSMP pada 6 Juli 2026, pekerja sosial setempat menyebut cap negatif dari lingkungan sebagai tantangan utama anak binaan. Mereka juga mengamati perubahan perilaku selama pembinaan sering tidak bertahan setelah anak pulang ke rumah. Materi pun disusun seputar kesadaran diri dan cara keluar dari lingkaran cap buruk.
Hari pertama dibuka dengan materi kesadaran hukum dari anggota kepolisian di Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jatim, termasuk teknik "STOP" untuk berpikir sebelum bertindak. Peserta lalu mengisi pre-test, menerima materi dari Mahasiswa Psikologi UNAIR mengenai cara membedakan perbuatan di masa lalu dari siapa diri mereka sekarang, dan bermain ice breaking membentuk kelompok. Mereka tampak antusias.
Di sharing session, setiap anak datang dengan cerita berbeda dan mau membukanya. Sebagian masih mengingat sebutan buruk yang pernah mereka terima, tetapi mereka tetap menyimpan harapan untuk hidup lebih baik setelah keluar dari PRSMP. Sebelum kegiatan selesai, ditutup dengan pelaksanaan post-test dan pembagian assignment untuk mereka.
Selama seminggu, peserta mencatat satu kebaikan tiap hari lewat tugas "Catatan Kebaikan Harianku". Pada pertemuan kedua, di follow-up session mereka membahas tentang konsistensi, kesulitan, dan langkah kecil yang ingin diambil.
Para mahasiswa mengaku terharu mendengar cerita dari peserta. Mereka menilai anak-anak ini membutuhkan dukungan yang kuat dari orang-orang di sekitarnya. Tim berharap hal kecil ini meninggalkan kesan baik, agar peserta dapat lebih mengenali diri serta menghargai kebaikan yang telah mereka lakukan.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 melalui perhatian pada kesejahteraan psikologis anak binaan, SDG 16 melalui pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum, dan SDG 17 melalui kolaborasi mahasiswa Psikologi UNAIR, Polda Jatim, dan UPT PRSMP Surabaya.
Berita ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-Being, SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions, dan SDG 17: Partnerships for the Goals.
#SDG3 #GoodHealthandWellBeing #SDG16 #PeaceJusticeandStrongInstitutions #SDG17 #PartnershipsfortheGoals #SDGsUNAIR