Detail Artikel

Mahasiswa Vokasi UNAIR Gelar MCU dan Edukasi Kesehatan di Desa Andonosari

SEFTI DWI ARYANTI (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
Mahasiswa Vokasi UNAIR Gelar MCU dan Edukasi Kesehatan di Desa Andonosari

Sambang Desa 2026 UNAIR melakukan MCU dan Penyuluhan Kesehatan pada warga lansia di Desa Andonosari, Tutur, Pasuruan, 18 Juli 2026

UNAIR NEWS — Kementerian Pengabdian Masyarakat dan Pariwisata Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis atau Medical Check Up (MCU) sekaligus penyuluhan kesehatan bagi warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (18/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sambang Desa yang bertujuan menjawab permasalahan kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat setempat.

Dalam kegiatan ini, panitia bekerja sama dengan Puskesmas Nongkojajar untuk memeriksa kondisi kesehatan warga dewasa hingga lansia. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar asam urat. Setelah menjalani pemeriksaan, warga juga menerima vitamin yang dibagikan langsung oleh pihak Puskesmas Nongkojajar.

Usai sesi MCU, warga diarahkan menunggu untuk mengikuti penyuluhan kesehatan bertema diabetes, hipertensi, dan penyakit menular. Muhammad Idris, S.Farm., Apt., dari Puskesmas Nongkojajar, hadir sebagai pemateri dalam sesi tersebut.

Menurut Idris, pengobatan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes bertujuan menjaga kondisi tubuh, bukan menyembuhkan penyakit secara total. Fokus pengobatan diarahkan pada pengendalian kondisi agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.

Idris menekankan pentingnya kepatuhan minum obat setiap hari sesuai anjuran dokter. Ia mengingatkan bahwa obat tidak boleh dihentikan secara sepihak meski pasien merasa sudah sehat. Materi penyuluhan turut membahas jenis obat untuk hipertensi seperti Captopril dan Amlodipin, serta obat diabetes seperti Metformin dan Glimepirid, lengkap dengan cara kerja dan waktu minum yang tepat.

Idris juga mengulas dislipidemia atau kolesterol tinggi yang jika dibiarkan dapat memicu aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Ia meluruskan sejumlah mitos yang beredar di masyarakat terkait obat kimia.

"Obat justru melindungi ginjal, jantung, dan otak dari komplikasi penyakit kronis. Herbal yang belum terbukti klinis tidak bisa menggantikan obat medis," tegasnya.

Penyuluhan berlangsung interaktif dengan komunikasi dua arah antara pemateri dan warga. Warga aktif bertanya dan menanggapi penjelasan yang disampaikan sepanjang acara, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap layanan kesehatan gratis yang jarang mereka dapatkan.

Di akhir sesi, Idris mengajak warga menerapkan pola hidup sehat sebagai pelengkap pengobatan medis, meliputi pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, berhenti merokok, dan pengelolaan stres. Ia turut menyoroti peran keluarga dalam mengingatkan waktu minum obat serta mengantar pasien untuk kontrol rutin ke dokter.

Melalui kegiatan MCU dan penyuluhan kesehatan ini, terlihat bahwa penanganan penyakit tidak menular di Desa Andonosari didukung oleh kolaborasi antara mahasiswa, Puskesmas Nongkojajar, dan warga setempat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola kondisi kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.