Dukung SDGs 4, Mahasiswa BBK 8 Kenalkan Tata Surya Melalui Maket di SDN Karangtinggil
Mahasiswa BBK 8 dan siswa SDN Karangtinggil berkolaborasi membuat maket tata surya dari clay sebagai media belajar sains, Jumat (17/7/2026).
UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 8 UNAIR di Desa Karangtinggil melaksanakan program kerja di bidang pendidikan dengan nama kegiatan SOLARIS (Solar System Art & Innovation). Mahasiswa mengajak siswa SDN Karangtinggil belajar tentang tata surya dengan cara yang seru dan menarik, yaitu membuat maket tata surya dari clay.
Pengajaran sains di sekolah dasar seringkali terbatas pada hafalan dan penjelasan satu arah dari guru, terutama di daerah pedesaan. Banyak siswa kesulitan memahami ide-ide abstrak seperti tata surya, yang mengharuskan mereka untuk memvisualisasikan skala, jarak, dan susunan planet tanpa alat peraga yang memadai, karena kurangnya bahan pembelajaran yang menarik. Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga (UNAIR) terinspirasi oleh keadaan ini untuk memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih nyata dan menghibur bagi anak-anak SDN Karangtinggil.
Kegiatan ini menyasar semua tingkat kelas di SDN Karangtinggil dari kelas 1 hingga 6 dengan jumlah 28 siswa. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat (17/7/2026) yang bertempatkan di SDN Karangtinggil mulai dari pukul 07.30 hingga 10.30 WIB.
Kegiatan diawali dengan pembagian siswa ke dalam beberapa kelompok kecil agar pendampingan berjalan lebih efektif, dilanjutkan dengan sesi ice breaking untuk membangun antusiasme siswa. Selanjutnya, mahasiswa memaparkan materi sistem tata surya, meliputi urutan planet dan karakteristiknya, menggunakan media visual, lalu ditutup dengan kuis singkat untuk mengukur pemahaman siswa.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi pembuatan maket sistem tata surya menggunakan clay, di mana siswa mempraktikkan langsung pembuatan model planet dengan tangan mereka sendiri. Tekstur clay yang lentur dan berwarna-warni turut memberikan pengalaman sensorik sekaligus melatih motorik halus siswa.
Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 4 Quality Education melalui metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung, mahasiswa berupaya meningkatkan kualitas proses belajar sains di tingkat sekolah dasar. Pendekatan praktik langsung melalui pembuatan maket clay dinilai membantu siswa memahami konsep tata surya yang bersifat abstrak secara lebih konkret, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
Salah satu anggota tim BBK 8, Cantika Ratu Aulia, mengungkapkan bahwa antusiasme siswa menjadi hal yang paling berkesan dari kegiatan ini.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya menghafal nama-nama planet, tetapi benar-benar memahami dan merasakan prosesnya melalui maket yang mereka buat sendiri. Antusiasme mereka sangat tinggi, bahkan banyak yang meminta menambahkan warna dan detail pada maketnya masing-masing," ujar Cantika.
Ia menambahkan bahwa penggunaan clay dipilih karena sifatnya yang mudah dibentuk sehingga sesuai untuk anak-anak sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
"Belajar sambil bermain seperti ini membuat anak-anak lebih mudah mengingat materi. Selain aspek kognitif, motorik mereka juga turut terlatih, sehingga proses pembelajarannya menjadi lebih menyeluruh," tambah Cantika.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 8 UNAIR berharap dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa SDN Karangtinggil terhadap ilmu pengetahuan sejak dini, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar di desa tersebut.