Mahasiswa BBK UNAIR Beri Penyuluhan Penanganan Tersedak Lewat Edukasi Interaktif dan Demonstrasi
Sejumlah mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga (UNAIR) penempatan Kelurahan Gending menggelar kegiatan SIGAPS (Siaga Tanggap Tersedak).
Sejumlah mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga (UNAIR) penempatan Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik melakukan program kerja bidang kesehatan dengan menggandeng kader Posyandu Kelurahan Gending dan Puskesmas Gending. Kegiatan yang bertajuk SIGAPS (Siaga Tanggap Tersedak) tersebut dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) di Posyandu Pos Jeruk RT 2/RW 1. Program ini menjadi pengaplikasian dari Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan SIGAPS sekaligus merangkap kegiatan rutin kader Posyandu Gending setiap bulan yang berfokus pada pendataan pertumbuhan dan perkembangan anak serta lansia. Dalam kesempatan itu, mahasiswa BBK 8 UNAIR memberikan penyuluhan terkait penanganan terhadap situasi tersedak yang dapat menimpa siapa saja dan kapan saja.
Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan pemaparan sederhana mengenai faktor risiko, tanda-tanda awal, dan mekanisme tersedak guna memberikan gambaran besar terkait peristiwa tersedak. Kemudian kegiatan juga dilaksanakan melalui edukasi interaktif bersama masyarakat serta demonstrasi penanganan tersedak agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas bagaimana cara mengatasi tersedak pada bayi, balita, hingga orang dewasa.
“Penanganan tersedak penting karena tersedak merupakan kegawatdaruratan yang dapat mengancam nyawa dalam hitungan menit. Dan yang paling rawan adalah anak-anak usia 0-59 bulan yang gemar memasukkan mainan atau makanan ke dalam mulutnya dan kurang dalam pengawasan,” ucap Fira, mahasiswa BBK 8 UNAIR Gending sekaligus salah satu penanggungjawab program kerja.
Sejalan dengan itu, Nur Farida Hanum Kader Posyandu juga mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan penanganan tersedak ini sangat bermanfaat dan menjadi ilmu baru untuk diterapkan ketika terjadi tersedak.
“Kadang kalau ada orang tersedak, kan, kita tidak tahu cara (mengatasinya). Kadang malah orang tua memasukkan jari ke mulut orang yang tersedak biar keluar (bendanya). Tapi kalau cara seperti yang diajarkan tadi kita kan belum tahu,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan program SIGAPS yang berkolaborasi antara mahasiswa BBK 8 UNAIR Gending dengan kader Posyandu Gending dan Puskesmas Gending, harapannya pengetahuan tentang penanganan tersedak dapat disalurkan terus ke masyarakat. Selain itu, diharapkan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan pada keluarga sebagai caregiver di rumah dalam mengenali tanda tersedak dan melakukan pertolongan pertama yang benar.