Detail Artikel

Mahasiswa UNAIR Hadirkan Ruang Aman Bagi Remaja Putri Desa Kiyonten

IFFATUR ROHMAH (Mahasiswa) BERLIANA WICAKSONO PUTRI (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
Mahasiswa UNAIR Hadirkan Ruang Aman Bagi Remaja Putri Desa Kiyonten

KKN-BBK 8 UNAIR Desa Kiyonten hadir untuk menyebarkan informasi kesehatan reproduksi melalui acara GLOW-UP pada Minggu, 19 Juli 2026.

Tawa dan cita terpancar di balai desa Kiyonten sejak pukul 09.00 WIB. Pagi yang cerah pada hari Minggu, 19 Juli 2026 tersebut bukan sekadar kumpul biasa, para remaja putri dari 6 dusun Desa setempat tengah mengikuti kegiatan berjudul GLOW-UP, singkatan dari Gerakan Lindungi Organ Intim, Wash Hand, dan Obrolan Pintar. Program yang diinisiasi oleh Kelompok Desa Kiyonten KKN-BBK 8 Universitas Airlangga ini hadir untuk menjawab kegelisahan para remaja putri mengenai informasi kesehatan reproduksi yang layak dan akurat.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB ini diikuti oleh 8 remaja putri yang mewakili enam dusun di Desa Kiyonten, serta didampingi oleh 3 kader kesehatan. Meskipun jumlah peserta terbilang kecil, namun antusiasme yang terpancar justru luar biasa. Hal ini terlihat dari berbagai pertanyaan dan pernyataan yang dibagikan oleh peserta tentang hal-hal yang selama ini dianggap tabu untuk dibicarakan.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh ketua kelompok KKN-BBK 8 Desa kIyonten, Rico Juan Firdansyah yang menyampaikan tujuan besar di balik GLOW-UP. Memasuki sesi inti, panitia menggelar "Spill the Tea”, yakni sebuah sesi sharing bersifat anonim di mana para remaja dapat menuliskan pertanyaan atau pernyataan yang selama ini mereka pendam terkait kesehatan reproduksi tanpa rasa malu. Apabila terdapat pertanyaan, maka pertanyaan tersebut kemudian dijawab secara terbuka oleh mahasiswa UNAIR dalam suasana yang santai namun edukatif. Setelah itu, peserta mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta.

Kegiatan dilanjut pada sesi penyampaian materi yang mencakup tiga topik utama, yakni Infeksi Saluran Kemih (ISK), Penyakit Menular Seksual (PMS), dan menstruasi. Para peserta mendapatkan penjelasan tentang penyebab, gejala, serta cara pencegahan dari masing-masing masalah kesehatan tersebut. Mahasiswa UNAIR menekankan pentingnya menjaga kebersihan organ intim dan tidak mengabaikan gejala-gejala awal yang sering dianggap sepele.

Tak ketinggalan, peserta diajak mempraktikkan demonstrasi cuci tangan 6 langkah sesuai Kementerian Kesehatan Indonesia. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersihan tangan adalah gerbang utama pencegahan berbagai penyakit, termasuk infeksi pada saluran kemih. Seluruh peserta dengan antusias mengikuti setiap langkah, mulai dari menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, hingga membersihkan ujung jari dan ibu jari.

Salah satu peserta, Yunita Rosa Amelia (18), menyampaikan kesan dan pesannya,
"Acara Glow-Up dari Universitas Airlangga sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya, terutama mengenai kesehatan organ intim, kebersihan diri, serta kesehatan reproduksi perempuan. Penyampaian materi mudah dipahami, suasana acaranya juga seru dan menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus diadakan karena sangat bermanfaat bagi remaja putri. Ke depannya semoga acaranya lebih meriah, lebih interaktif, dan melibatkan lebih banyak peserta agar suasana semakin ramai dan peserta lebih antusias," ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan adanya kenaikan rata-rata nilai yang signifikan dibandingkan pre-test, menandakan bahwa materi berhasil diserap dengan baik. Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan pembuatan konten sebagai bentuk pelaporan sekaligus media edukasi yang dapat disebarluaskan, serta penutupan.

Kegiatan GLOW-UP ini sejalan dengan komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan) melalui peningkatan akses informasi kesehatan reproduksi, serta poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian edukasi yang inklusif dan mudah dipahami oleh remaja putri. Selain itu, hal ini juga membuktikan bahwa tujuan Kampus Berdampak dari Universitas Airlangga turut hadir secara aktual tida hanya di lingkungan kampus, namun juga di tengah masyarakat.