Program Pojok Literasi Gerbo di TK PGRI 01 Bangun Pendidikan Berkualitas, Mendukung SDG 4
BEM FIB UNAIR meresmikan Pojok Literasi interaktif di TK PGRI 01 Gerbo guna mendukung pendidikan berkualitas (SDG 4).
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program kerja pengabdian masyarakat Deputra 9.0 kembali mengambil peran aktif dalam menumbuhkan budaya literasi di kawasan pedesaan. Sebagai langkah nyata guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas, BEM FIB UNAIR kini resmi menghadirkan program Pojok Literasi di TK PGRI 01 Gerbo.
Proses realisasi Pojok Literasi Gerbo ini berjalan melalui tahapan yang matang. Panitia Deputra 9.0 mengawali proses ini dengan pematangan konsep dan survei lokasi, lalu melakukan koordinasi intensif dengan para tenaga pendidik di TK tersebut. Setelah koordinasi terbentuk, panitia mengeksekusi penyiapan fasilitas pendukung dan menyortir sumbangan buku. Menyesuaikan dengan target utamanya, panitia secara khusus memilih dan memajang bacaan untuk menarik minat anak-anak. Koleksinya sangat bervariasi dan interaktif, mulai dari buku cerita, buku mewarnai, hingga buku ensiklopedia bergambar.
“Niat awalnya Pojok Baca ini menargetkan audiens umum. Namun, karena keterbatasan kapasitas ruang saat survei, kami akhirnya mengerucutkan target audiens menjadi anak-anak TK di lingkungan sekolah tersebut,” ungkap Zidan selaku Penanggung Jawab Program Pojok Baca Deputra 9.0.
Menariknya, panitia membangun Pojok Literasi Gerbo tidak sekadar sebagai ruang baca pasif, melainkan sebagai pusat stimulasi kreativitas. Berdasarkan hasil diskusi dengan para guru mengenai kebutuhan anak-anak dalam mengasah kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, panitia turut menghadirkan fasilitas tambahan berupa kolom alfabet.
Panitia Deputra 9.0 merancang fasilitas ini agar anak-anak dapat menghafal huruf dengan mudah sebagai bekal persiapan menuju jenjang Sekolah Dasar (SD). Selain itu, panitia mengajak anak-anak di area khusus untuk menulis dan menggambar cita-cita mereka. Hasil imajinasi yang beragam, berupa gambar hewan, tumbuhan, hingga kendaraan, menjadi cerminan kepribadian serta sarana bagi anak-anak untuk mulai merangkai tujuan hidupnya.
“Kami ingin merangsang kreativitas mereka. Apa yang mereka gambar dan tulis mencerminkan kepribadian masing-masing individu anak-anak itu,” tambahnya mengenai tujuan pengadaan area gambar tersebut.
Program ini merupakan manifestasi langsung dari upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), dengan fokus utama pada SDG Nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Mahasiswa menyediakan akses bahan bacaan yang menarik bagi anak-anak sebagai langkah dasar dalam menstimulasi minat baca dan mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih baik di tingkat desa. Ekosistem pendidikan yang berkualitas ini sukses terwujud berkat kolaborasi solid antara panitia Deputra 9.0 sebagai inisiator, tenaga pendidik yang memberikan arahan, dan antusiasme para donatur buku.
Ke depannya, pantia Deputra 9.0 beserta para tenaga pendidik menaruh harapan besar agar Pojok Literasi Gerbo ini tidak hanya menjadi program sekali jadi atau sekadar pajangan ruangan yang sifatnya sementara. Mereka mengharapkan ruang baca interaktif ini terus berjalan, seluruh warga sekolah merawatnya dengan baik, dan fasilitas ini memberikan dampak yang berkelanjutan bagi perkembangan anak-anak. Melalui pojok kecil di TK PGRI 01 Gerbo inilah, panitia dan para guru berharap lingkungan ini terus melahirkan generasi-generasi perdesaan yang cerdas, kreatif, dan gemar membaca.