Detail Artikel

Mahasiswa BBK Unair Dampingi Kader Kesehatan Lakukan Home Visit Penyakit Kronis dan Stunting di Desa Sarangan – Mendukung SDG 3

GISKA KANAYA RUBY (Mahasiswa) KEVIN EKA JUANTO (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
Mahasiswa BBK Unair Dampingi Kader Kesehatan Lakukan Home Visit Penyakit Kronis dan Stunting di Desa Sarangan – Mendukung SDG 3

Mahasiswa BBK Unair mendampingi kader kesehatan melaksanakann home visit pasien penyakit kronis di Desa Sarangan, Bojonegoro, 17 Juli 2026

Bojonegoro, 17 Juli 2026 – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) atau yang biasa juga disebut Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga berkolaborasi dengan kader kesehatan Desa Sarangan melaksanakan kegiatan pendampingan home visit ke rumah warga yang membutuhkan perhatian medis khusus. Langkah proaktif ini diambil untuk memantau langsung kondisi kesehatan masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas pelayanan kesehatan serta melakukan monitoring terhadap perkembangan penyakit dari pasien.

Kegiatan ini melibatkan lima orang kader kesehatan desa dan tim mahasiswa BBK. Bersama-sama, mereka mengunjungi sejumlah rumah pasien yang terindikasi memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Tidak hanya itu, pemantauan ketat juga dilakukan terhadap pasien Tuberkulosis (TB), balita terindikasi stunting, serta ibu hamil dengan risiko tinggi guna mencegah komplikasi persalinan.

"Dengan adanya home visit, kami bisa melihat langsung kondisi warga, terutama pasien yang mungkin memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan. Jadi, kondisi mereka bisa tetap dipantau dan kami juga bisa memberikan edukasi secara langsung," ujar salah satu kader kesehatan Desa Sarangan.

Kejadian stunting di Desa Sarangan masih menjadi suatu perhatian khusus karena masih belum dapat teridentifikasi akar permasalahan yang mendasari kejadian stunting. Melalui kegiatan home visit ini, kader kesehatan dan mahasiswa melakukan identifikasi terhadap kejadian tersebut. Kejadian stunting ini disebabkan oleh kebiasaan dari balita yang enggan menelan makanan yang diberikan. Kebiasaan tersebut menyebabkan asupan nutrisi harian balita menjadi terbatas sehingga menghambat pertumbuhan balita. Kader kesehatan dan mahasiswa melakukan edukasi untuk melakukan variasi olahan masakan atau minuman yang sesuai dengan kesukaan anak dengan tetap memperhatikan asupan nutrisi yang dibutuhkan.

Mahasiswa dan kader kesehatan menemukan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 masih menjadi tantangan besar. Banyak warga yang menghentikan konsumsi obat secara sepihak atau tidak meminumnya secara teratur karena merasa tubuhnya sudah sehat, jenuh dengan terapi jangka panjang, atau khawatir secara keliru terhadap efek samping obat. Selain itu, terdapat temuan pasien yang mengkonsumsi obat alternatif yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit yang diderita, sedangkan obat yang didapatkan dari puskesmas hanya diminum saat terdapat keluhan atau terdapat pemeriksaan yang melebihi batas normal. Fenomena ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang fatal dalam memicu komplikasi berat serta menurunkan efektivitas pengobatan yang sedang berjalan.

Aksi nyata ini secara langsung mendukung SDG Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui intervensi dini dan edukasi langsung di tingkat keluarga, kegiatan ini berkontribusi dalam menurunkan angka morbiditas penyakit tidak menular, menekan penularan TB, serta mempercepat penurunan angka stunting dan kematian ibu di tingkat desa.

#SDG3 #GoodHealthandWellBeing #SDGsUNAIR