Cokelat Kopi dan Lilin Aromaterapi Jadi Inovasi Baru untuk Tingkatkan Nilai Tambah Kopi Kampung Adat Segunung, Oleh Hima D4 Manajemen Perhotelan
Mahasiswa D-IV Manajemen Perhotelan UNAIR perkenalkan Cokelat Kopi dan Lilin Aromaterapi kepada warga Kampung Adat Segunung, Minggu (12/7/2026). (Foto: PDDBinkom)
UNAIR NEWS – Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Selama ini, hasil panen kopi umumnya hanya diolah menjadi bubuk kopi siap seduh sehingga pemanfaatannya masih terbatas. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D-IV Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan dua inovasi berbahan dasar kopi, yaitu cokelat kopi dan lilin aromaterapi kopi robusta, melalui Program Bina Komunitas (BINKOM) bertajuk TOURISMATRIX pada 12 Juli 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kampung Adat Segunung ini diikuti oleh ibu rumah tangga dan pelaku UMKM setempat. Melalui demonstrasi serta diskusi interaktif, peserta diajak mengenal berbagai peluang diversifikasi produk berbahan dasar kopi agar komoditas lokal tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bubuk, tetapi juga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Sebelum merancang inovasi, mahasiswa melakukan observasi dan berdiskusi bersama pelaku UMKM mengenai potensi kopi lokal. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kualitas kopi robusta Wonosalam memiliki karakteristik yang baik, namun pemanfaatannya masih terbatas pada produk bubuk kopi. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk mengembangkan produk turunan yang dapat memperluas variasi olahan sekaligus meningkatkan daya tarik kopi sebagai identitas Kampung Adat Segunung.
"Kopi Robusta di Kampung Adat Segunung adalah komoditas andalan dan warisan dari leluhur yang di teruskan hingga saat ini. Walaupun kopi jenis Excelsa Wonosalam yang berhasil tembus ke ekspor Jepang, informasi tersebut juga menjadi pemantik semangat untuk tetap membudidayakan kopi Robusta dengan tradisi Wiwit Kopi. Untuk saat ini, produk olahan kopi Robusta masih kopi bubuk biasa," ujar Pak Sapi'i.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan ialah cokelat kopi, yaitu camilan yang memadukan rasa manis cokelat dengan cita rasa dan aroma khas kopi robusta lokal. Produk ini dirancang sebagai alternatif oleh-oleh yang dapat menjangkau lebih banyak konsumen, termasuk mereka yang ingin menikmati cita rasa kopi dalam bentuk yang berbeda.
Selain produk pangan, mahasiswa juga menghadirkan lilin aromaterapi kopi robusta sebagai inovasi nonpangan yang memanfaatkan aroma khas kopi lokal. Berbeda dengan cokelat kopi yang dapat dikonsumsi, lilin aromaterapi dikembangkan sebagai souvenir khas Kampung Adat Segunung yang memberikan pengalaman sensorik melalui aroma kopi sekaligus memperluas peluang pengembangan produk kreatif berbasis komoditas lokal. Mahasiswa turut menyerahkan produk contoh beserta panduan pembuatannya agar masyarakat dapat mempelajari proses produksinya secara mandiri.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan mengenai diversifikasi produk kepada masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan produk bernilai tambah berbasis kopi lokal, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan identitas desa wisata melalui produk unggulan yang berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai proses pembuatan, peluang pengembangan produk, hingga strategi pemasaran. Berbagai pertanyaan yang diajukan menunjukkan minat masyarakat untuk mengembangkan kopi tidak hanya sebagai bubuk siap seduh, tetapi juga sebagai bahan baku berbagai produk kreatif yang memiliki daya saing.
Melalui inovasi cokelat kopi dan lilin aromaterapi kopi robusta, mahasiswa berharap masyarakat semakin terdorong untuk mengembangkan komoditas lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Kehadiran kedua inovasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang usaha UMKM sekaligus memperkuat citra Kampung Adat Segunung sebagai desa wisata yang menghadirkan produk khas berbasis potensi lokal.