Terangi Desa Dilem, BEM UNAIR dan HME Teknik Elektro Kolaborasi Pasang 4 Unit PJUTS
Komitmen Universitas Airlangga (UNAIR) dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Melalui sinergi program Jagawana x Elektro Mengabdi, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HME) UNAIR meresmikan pemasangan 4 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini digagas sebagai respons atas permasalahan minimnya penerangan di beberapa titik krusial jalan desa. Kurangnya pencahayaan di area tersebut selama ini dinilai rawan dan berpotensi mengganggu keamanan, serta kenyamanan mobilitas warga saat malam hari.
Inovasi Energi Terbarukan Mandiri
Pemasangan PJUTS hadir sebagai solusi ramah lingkungan dan efisien karena memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya (solar panel). Sistem ini dapat mengisi daya secara mandiri (self-charging) dengan menyerap paparan sinar matahari sepanjang siang hari. Saat sore hingga malam hari, lampu akan menyala secara otomatis selama 8 hingga 10 jam tanpa menyedot pasokan listrik PLN sedikit pun.
Inovasi PJUTS tersebut dirancang khusus dengan pengatur daya (charge controller) yang disesuaikan dengan kapasitas watt sistem, serta mengaplikasikan teknologi lampu LED guna memaksimalkan efisiensi energi.
Edukasi Pemeliharaan demi Keberlanjutan
Tidak hanya melakukan instalasi fisik, tim HME Teknik Elektro UNAIR juga memberikan edukasi kepada warga setempat mengenai mekanisme perawatan alat. Langkah ini penting agar unit PJUTS dapat beroperasi secara optimal dan memiliki masa pakai yang panjang hingga 6-7 tahun.
Fokus utama pemeliharaan terletak pada kebersihan papan panel surya dari debu, kotoran, maupun tutupan dedaunan. Pasalnya, tutupan sekecil apa pun pada permukaan panel dapat menurunkan efisiensi penyerapan daya matahari serta memengaruhi intensitas terang lampu. Selain itu, jika terjadi kendala teknis di masa mendatang, penggantian komponen dapat dilakukan secara parsial, baik pada modul LED, baterai, maupun instalasi kabel pendukung.
Inisiatif ini pun disambut hangat oleh pihak pemerintah desa. Kepala Desa Dilem, Heru, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian mahasiswa UNAIR terhadap keamanan dan kesejahteraan warga Desa Dilem. "Kami sangat menyambut baik inisiatif kolaboratif ini. Harapan kami tentu ada pemantauan (monitoring) secara berkala agar manfaat PJUTS benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh warga desa secara berkelanjutan," pungkas Heru.
Implementasi PJUTS melalui program Jagawana 5.0 yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup BEM UNAIR ini selaras dengan upaya percepatan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan energi surya ramah lingkungan, serta poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan mewujudkan lingkungan desa yang aman dan terang.
Pemasangan unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di titik lokasi Desa Dilem, Mojokerto. (Foto: Dok. Pribadi)
Sosialisasi dan edukasi pemeliharaan PJUTS oleh tim Jagawana BEM UNAIR dan Elektro Mengabdi bersama warga Desa Dilem. (Foto: Dok. Pribadi)