Lewat Pendekatan Kreatif, Mahasiswa BBK 8 UNAIR Hidupkan Kembali Antusiasme Posyandu Remaja di Desa Saringembat
Bukan sekadar penyuluhan, mahasiswa BBK 8 UNAIR menghadirkan pengalaman yang membuat remaja nyaman kembali mengikuti Posyandu Remaja.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK) Angkatan ke-8 Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menghidupkan Posyandu Remaja di Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, pada Minggu (19/7/2026). Berkolaborasi dengan kader kesehatan desa, kegiatan ini dikemas melalui penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, serta pendekatan yang lebih dekat dengan remaja untuk meningkatkan partisipasi mereka.
Menurut kader kesehatan Desa Saringembat, Ibu Asih dan Ibu Desi, Posyandu Remaja sempat ditiadakan sejak Januari 2026 setelah anggaran pelaksanaannya digabung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah beberapa bulan tidak berjalan, kegiatan tersebut kembali dilaksanakan bersama tim BBK 8 UNAIR sebagai upaya meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan.
Namun, mengajak remaja untuk kembali mengikuti Posyandu Remaja bukanlah hal yang mudah. Saat melakukan sosialisasi, tim BBK menemukan bahwa sebagian remaja enggan hadir karena mengira Posyandu Remaja identik dengan suntikan. Padahal, kegiatan tersebut hanya meliputi pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, serta penyuluhan kesehatan.
Salah satu remaja yang sempat memiliki anggapan tersebut adalah Rumanah. Saat diajak mengikuti Posyandu Remaja, ia mengaku ragu karena takut akan disuntik. Setelah mendapat penjelasan mengenai rangkaian kegiatan, ia akhirnya memutuskan untuk ikut berpartisipasi.
"Awalnya saya tidak mau ikut karena takut disuntik. Setelah dijelaskan ternyata tidak ada suntikan, saya jadi ikut. Ternyata kegiatannya seru dan saya jadi lebih tahu tentang kesehatan," ujar Rumanah.
Untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman, tim BBK 8 UNAIR juga mengawali kegiatan dengan menonton film bersama sebagai ruang berkumpul bagi para remaja sebelum Posyandu Remaja dimulai. Pendekatan tersebut berhasil membangun kedekatan dengan peserta sekaligus meningkatkan antusiasme mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Penyuluhan Interaktif Tingkatkan Kesadaran Remaja
Setelah sesi kebersamaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai bahaya merokok, pencegahan anemia, dan dampak kebiasaan begadang terhadap kesehatan remaja. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai kebiasaan hidup sehat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta juga mengikuti pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, dan tekanan darah. Pemeriksaan ini bertujuan membantu remaja memantau kondisi kesehatannya sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini.
Kader kesehatan Desa Saringembat, Ibu Asih, mengapresiasi antusiasme remaja pada pelaksanaan Posyandu Remaja kali ini. Menurutnya, jumlah peserta yang hadir meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
"Biasanya yang datang hanya belasan orang. Alhamdulillah, kali ini pesertanya 20 orang lebih dan remaja terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan," tutur Ibu Asih.
Melalui kegiatan ini, tim BBK 8 UNAIR berharap semakin banyak remaja memahami bahwa Posyandu Remaja bukanlah kegiatan yang menakutkan, melainkan wadah untuk memantau kesehatan, memperoleh edukasi, dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Diharapkan, meningkatnya partisipasi remaja pada kegiatan kali ini dapat menjadi langkah awal bagi keberlangsungan Posyandu Remaja di Desa Saringembat.
Kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Good Health and Well-being, yang berfokus pada upaya menjamin kehidupan yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di semua kelompok usia.