Hidupkan Kembali Kolam Desa, SALMON 2026 Tebar 3.000 Benih Ikan di Begagan Limo
Panitia SALMON 2026 bersama warga membenahi kolam terbengkalai untuk budidaya ikan di Begaganlimo, (04/08/2026). (Foto: Dokumentasi Panitia)
Mengembalikan Fungsi Kolam, Mengembalikan Kembali Potensi Desa
Kolam yang sebelumnya lama terbengkalai dan tidak lagi difungsikan di Desa Begaganlimo mulai kembali dipersiapkan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Melalui program Revitalisasi Kolam dalam rangkaian SALMON 2026, Bidang Lingkungan bersama warga berupaya mengembalikan fungsi kolam agar dapat digunakan kembali untuk kegiatan budidaya ikan. Proses revitalisasi berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada 30 Juli 2026 dengan membersihkan area sekitar dan bagian dalam kolam yang sudah lama tidak digunakan. Setelah pembersihan, kondisi terpal dan aliran air turut diperiksa untuk melihat bagian yang mengalami kebocoran atau kerusakan.
Dari Perbaikan Kecil Menuju Kolam yang Siap Digunakan
Pengecekan pada tahap pertama menjadi dasar untuk perbaikan yang dilakukan pada 4 Agustus 2026. Bagian terpal yang bocor ditambal, aliran pipa air diperbaiki, dan kondisi kolam kembali dipersiapkan sebelum digunakan untuk budidaya. Proses tersebut tidak hanya melibatkan panitia SALMON, tetapi juga mendapat keterlibatan dari warga Desa Begaganlimo. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mengembalikan fungsi kolam yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
“Revitalisasi kolam ini menjadi langkah awal yang penting untuk menghidupkan kembali potensi desa yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Kami berharap kolam ini tidak hanya kembali berfungsi, tetapi juga dapat dikelola secara berkelanjutan oleh warga sehingga memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi pangan maupun ekonomi masyarakat.” -Rossa Penanggung Jawab Revitalisasi Kolam SALMON 2026.
Setelah proses perbaikan selesai, sebanyak lima kolam terpal berdiameter 2 meter siap digunakan kembali. Pada 8 Agustus 2026, revitalisasi dilanjutkan dengan penebaran benih ikan sebanyak 1.500 ekor nila dan 1.500 ekor lele. Penebaran benih dilakukan bersama panitia SALMON, warga, perangkat desa, dan dosen pendamping. Benih tersebut merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, sehingga kolam yang sebelumnya terbengkalai kini mulai kembali dimanfaatkan sebagai tempat budidaya ikan.
Lebih dari Sekedar Menghidupkan Kembali Kolam
Revitalisasi ini diharapkan tidak berhenti pada perbaikan fisik kolam maupun penebaran benih. Setelah program selesai, keberlanjutan pengelolaan menjadi bagian penting agar kolam dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi warga Desa Begaganlimo. Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).
Pemanfaatan kolam untuk budidaya nila dan lele dapat mendukung ketersediaan sumber pangan dan protein, sementara pengelolaan kolam oleh masyarakat berpotensi menjadi salah satu kegiatan produktif yang dapat dikembangkan di desa. Pada akhirnya, revitalisasi ini bukan hanya tentang memperbaiki kolam yang rusak, tetapi juga tentang mengembalikan potensi yang sebelumnya belum dimanfaatkan. Lima kolam yang telah kembali berfungsi diharapkan dapat dirawat dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Begaganlimo.