SALMON 2026 Rayakan Kreativitas Anak Desa Begaganlimo melalui Creative Village Festival
Anak-anak Begaganlimo menampilkan bakat seni dalam Creative Village Festival sebagai puncak SALMON 2026, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Dokumentasi Panitia)
Dari Latihan, Tampil, hingga Mendapat Apresiasi di Atas Panggung
Pada 8 Agustus 2026, Social and Learning Activity with Morality for Nation (SALMON) menghadirkan Creative Village Festival (CVF) sebagai acara puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan SALMON 2026 di Desa Begaganlimo. Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus bentuk apresiasi atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama program berlangsung. Namun, lebih dari sekadar acara penutup, CVF memberikan kesempatan bagi anak-anak Desa Begaganlimo untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan keberanian mereka di hadapan orang tua, masyarakat, serta panitia SALMON.
Beragam Bakat Anak Desa Menghidupkan Panggung Festival
Sejak rangkaian pertunjukan dimulai, suasana festival terasa semakin meriah. Anak-anak Desa Begaganlimo tampil dengan berbagai pertunjukan yang telah mereka persiapkan sebelumnya. Tari Kelinci, Tari Wonderland, Tari Kupu-Kupu, Tari Semut Kecilku, hingga Tari Ampar-Ampar Pisang menjadi beberapa penampilan yang mengisi panggung CVF. Selain tari, penonton juga disuguhi pertunjukan silat dan penampilan bernyanyi dengan lagu “Selalu Ada Di Nadimu OST Jumbo” serta “Gala Bunga Matahari”.
Beragam penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat yang hadir. Di balik setiap pertunjukan, terdapat proses latihan dan persiapan yang dilakukan oleh anak-anak. Ada yang belajar menghafalkan gerakan, menyesuaikan diri dengan teman satu kelompok, hingga memberanikan diri tampil di depan banyak orang. Panggung CVF akhirnya menjadi tempat bagi mereka untuk menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan cara masing-masing dalam mengekspresikan diri.
Ketika Dukungan Keluarga Menjadi Bagian dari Keberanian Anak
Kehadiran orang tua turut membuat suasana festival terasa lebih hangat. Mereka datang untuk melihat secara langsung penampilan anak-anak dan memberikan dukungan dari tempat mereka menyaksikan pertunjukan. Tepuk tangan dan sorakan dari keluarga menjadi bagian kecil yang membuat anak-anak semakin percaya diri ketika berada di atas panggung.
“Yang paling berkesan bagi kami bukan hanya penampilannya, tapi proses anak-anak sampai berani tampil. Dari latihan, belajar bersama, sampai akhirnya mereka bisa berdiri di atas panggung dengan percaya diri, itu yang membuat CVF terasa berarti,” ujar Ademeyda Nirvana, selaku Penanggung Jawab (PJ) program kerja Creative Village Festival.
Tidak hanya menampilkan anak-anak, CVF juga diisi dengan penampilan dari panitia SALMON. Acara kemudian dilengkapi dengan penayangan dokumenter perjalanan SALMON selama menjalankan berbagai program kerja di Desa Begaganlimo. Dokumenter tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali momen-momen selama kegiatan, mulai dari interaksi dengan warga hingga berbagai proses yang telah dilalui bersama.
Bagi anak-anak, pengalaman tampil di depan umum juga menjadi bagian dari proses belajar. Mereka belajar untuk bekerja sama, disiplin dalam berlatih, mengelola rasa gugup, dan menerima apresiasi dari orang lain. Pengalaman tersebut sejalan dengan SDGs 4 (Quality Education) yang tidak hanya menekankan pembelajaran akademik, tetapi juga mendukung perkembangan kreativitas dan keterampilan anak.
Melalui Creative Village Festival, SALMON 2026 menutup rangkaian kegiatan di Desa Begaganlimo dengan sebuah perayaan yang sederhana, tetapi penuh makna. Panggung festival menjadi tempat anak-anak mencoba, belajar, tampil, dan mendapatkan apresiasi atas keberanian mereka. Di sisi lain, pertemuan antara anak-anak, orang tua, masyarakat, dan mahasiswa SALMON menjadi penutup yang memperlihatkan bahwa sebuah kegiatan dapat meninggalkan kesan ketika dijalankan dan dirayakan bersama.