Detail Artikel

798 Art District: Revitalisasi Warisan Industri Menjadi Pusat Seni

GOH XIN TONG (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
798 Art District: Revitalisasi Warisan Industri Menjadi Pusat Seni

Mahasiswa BBK 8 Internasional Beijing Kelompok 2 sedang berdiskusi mengenai fitur-fitur yang ada pada 798 Art District seperti sisa dari kipas penghisap, arsitektur baik peninggalan maupun revitalisasi dan lainnya.

Di tengah hiruk-pikuk Beijing, 798 Art District berdiri sebagai bukti bahwa ruang-ruang lama tidak selalu kehilangan maknanya. Kawasan yang dahulu menjadi pusat industri elektronik kini menjelma menjadi salah satu destinasi seni kontemporer paling ikonik di Tiongkok. Perjalanan transformasi tersebut tidak hanya mengubah fungsi sebuah kawasan, tetapi juga menghadirkan ruang yang mempertemukan sejarah, kreativitas, dan berbagai perspektif dari pengunjung yang datang dari seluruh dunia.

Alih-alih dihancurkan, kompleks bekas pabrik di kota Beijing ini mengalami revitalisasi pada awal tahun 2000-an. Para seniman mulai memanfaatkan ruang-ruang kosong sebagai studio, galeri, dan tempat bereksperimen dengan berbagai bentuk seni kontemporer. Dari sinilah 798 Art District berkembang menjadi kawasan budaya yang mempertahankan karakter industrialnya sekaligus menghadirkan wajah baru sebagai pusat seni, pertunjukan, kuliner, dan aktivitas kreatif.

Suasana tersebut menarik perhatian kelompok 2 BBK KKN Internasional UNAIR dan juga wisatawan dari berbagai negara. Salah seorang pengunjung mancanegara mengaku mengenal 798 Art District sebagai destinasi seni yang wajib dikunjungi ketika berada di Beijing. Meskipun belum mengetahui sejarah panjang kawasan tersebut sebagai pusat industri elektronik, ia tertarik dengan perpaduan unik antara bangunan berarsitektur industrial, ruang pamer seni, serta kehidupan urban yang dinamis. "Kita sebenarnya nggak tahu banyak tentang tempat ini. Tapi karena ini hari terakhir kita di Beijing, kita pengin mampir ke tempat yang kelihatannya keren dan unik.” ucap Oliver dan Noah (15/07/2026).

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sebuah kawasan budaya tidak hanya dibentuk oleh bangunan fisik, tetapi juga oleh interaksi yang tercipta di dalamnya. 798 Art District menjadi ruang yang memungkinkan orang-orang dengan latar belakang berbeda berbagi pandangan mengenai sejarah, seni, dan identitas kota. Di saat yang sama, kawasan ini mengingatkan pentingnya mengenali dan menghargai warisan budaya yang mungkin selama ini luput dari perhatian masyarakat di sekitarnya.

Transformasi 798 Art District juga mencerminkan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 11: Sustainable Cities and Communities. Revitalisasi bekas kawasan industri menjadi pusat seni merupakan contoh pemanfaatan kembali (adaptive reuse) infrastruktur perkotaan yang mampu melestarikan warisan budaya sekaligus menciptakan ruang publik yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini mengurangi kebutuhan pembangunan baru sekaligus mempertahankan identitas sejarah kawasan.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, 798 Art District memperlihatkan bagaimana ruang yang pernah menjadi simbol industri dapat memperoleh kehidupan baru tanpa menghapus jejak sejarahnya. Transformasi tersebut menjadi contoh bahwa pembangunan berkelanjutan tidak selalu berarti membangun dari awal, melainkan mampu menghidupkan kembali ruang-ruang lama agar tetap relevan bagi generasi masa kini sekaligus menjadi inspirasi bagi masa depan.

#SDG11 #SustainableCitiesandComunities #SDGsUNAIR

 

Reported by: KKN-BBK International 2026 Group 2, Universitas Airlangga

Written by: Goh Xin Tong

Edited by: Yutika Amelia Effendi

Date: 19 July 2026

Location: Beijing, China