Detail Artikel

Atasi Keterbatasan Fasilitas, Mahasiswa UNAIR Sukses Gelar ToT (Training of Trainee) bagi Guru SDN Kandangan 03

ALRIFKY ZAIDAN MAHARDIKA (Mahasiswa) Dipublikasikan 26 August 2026
Atasi Keterbatasan Fasilitas, Mahasiswa UNAIR Sukses Gelar ToT (Training of Trainee) bagi Guru SDN Kandangan 03

BEM FEB UNAIR membuka Bina Abdi Desa melalui LENTERA, memperkuat kolaborasi mahasiswa dan masyarakat Lumajang melalui semangat gotong royong.

UNAIR NEWS - Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FEB Universitas Airlangga (UNAIR) resmi memulai rangkaian program Bina Abdi Desa 2026. Pembukaan program pengabdian masyarakat ini ditandai dengan pergelaran LENTERA (Lembaran Eratnya Tali Persaudaraan) di Situs Selogending, Lumajang, pada Minggu (9/8/2026).

Puncak acara ini melibatkan mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat setempat dalam sesi simbolis "Menuangkan Harapan". Para peserta menuliskan aspirasi mereka pada secarik catatan tempel (sticky note) yang kemudian disematkan pada papan gabus (styrofoam). Tulisan yang terkumpul merepresentasikan penyatuan visi bahwa program pengabdian ini merupakan perjalanan bersama yang membutuhkan dukungan penuh dari warga.

Di lapangan, sesi penutup yang diagendakan untuk menerbangkan lampion sempat mengalami kendala. Udara malam yang dingin menyebabkan lampion terkena air embun. Akibatnya, beban lampion bertambah berat sehingga uap api kesulitan mengangkatnya mengudara.

Namun, kendala tersebut justru memantik semangat gotong royong. Panitia dan warga berinisiatif membentuk kelompok-kelompok yang lebih besar untuk menjaga nyala api dan menerbangkan lampion secara bersama-sama. Cahaya lampion yang akhirnya berhasil menerangi langit Situs Selogending menjadi representasi nyata dari tema LENTERA itu sendiri.

Kepala Dusun Krajan, Michael, menyambut antusias kehadiran serta semangat pantang menyerah para mahasiswa di wilayahnya. "Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa FEB UNAIR. Harapannya, selama pelaksanaan program ke depan, kita bisa saling bekerja sama dan memberikan manfaat bagi sesama," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Presiden BEM FEB UNAIR turut mengajak seluruh relawan untuk memaksimalkan momen pengabdian ini. “Selama tujuh hari ke depan, mari kita kerahkan kontribusi terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.

LENTERA sukses menjadi wujud nyata pergerakan mahasiswa yang bertransformasi dari sekadar seremoni menuju aksi persaudaraan. Melalui implementasi nilai Tridarma Perguruan Tinggi ini, Bina Abdi Desa 2026 diproyeksikan mampu menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan jejak kebermanfaatan panjang bagi kedua belah pihak. Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan, program ini menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat melalui semangat kolaborasi, kepedulian, dan pemberdayaan. Diharapkan, kontribusi yang diberikan selama pelaksanaan Bina Abdi Desa 2026 dapat terus dirasakan dan menjadi fondasi bagi terciptanya perubahan positif di tengah masyarakat.