Detail Artikel

Atasi Keterbatasan Fasilitas, Mahasiswa UNAIR Sukses Gelar ToT bagi Guru SDN Kandangan 03

ALRIFKY ZAIDAN MAHARDIKA (Mahasiswa) Dipublikasikan 26 August 2026
Atasi Keterbatasan Fasilitas, Mahasiswa UNAIR Sukses Gelar ToT bagi Guru SDN Kandangan 03

ABDI DESA 2026 membekali guru SDN Kandangan 03 melalui ToT untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan yang interaktif dan berkelanjutan.

UNAIR NEWS  — Panitia ABDI DESA 2026 menggelar sesi Training of Trainers (ToT) bagi para guru di SDN Kandangan 03, Kabupaten Lumajang, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai pembekalan intensif bagi delapan guru beserta wakil Kepala Sekolah SDN Kandangan 03 yang akan menjadi fasilitator tiga program pendidikan ABDI DESA 2026, yaitu PELITA (Peta Langkah Impian Kita), KOMPAK (Kelompok Petualang Kandangan), dan Kreasi Anak Desa. 

Sesi pembekalan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pemahaman teknis dan alur penyampaian materi program. Para peserta dibekali modul panduan, penayangan film reflektif, serta alat simulasi interaktif yang mendukung pembelajaran luar ruang (outdoor learning) dan berbasis penemuan (discovery-based learning).

Di lapangan, pelaksanaan ToT sempat diwarnai kendala teknis akibat minimnya fasilitas kelas, seperti ketiadaan sistem pengeras suara dan terbatasnya proyektor. Namun, situasi tersebut tidak menyurutkan langkah tim. Para mahasiswa memproyeksikan suara lebih lantang dan menata ulang bangku membentuk lingkaran rapat. Layar proyektor pun digeser mendekat agar tayangan visual tetap jelas dan simulasi pembelajaran berbasis praktik (learning by doing) dapat berjalan interaktif.

Inisiatif adaptif ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. “Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan mahasiswa UNAIR. Semoga program ini berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi kreativitas serta tanggung jawab anak-anak di sini,” ujar Wakil Kepala Sekolah SDN Kandangan 03.

Tingginya antusiasme peserta menjadi tolok ukur awal keberhasilan kegiatan ini. Ruang kelas hidup oleh diskusi saat para guru tidak sekadar menyimak teori, tetapi sigap memperagakan setiap alur simulasi sesuai panduan.

Melalui bekal keterampilan dan pemahaman teknis yang diperoleh dari sesi ToT, para pendidik SDN Kandangan 03 diproyeksikan siap memandu pelaksanaan program PELITA, KOMPAK, dan Kreasi Anak Desa secara mandiri. Kesiapan para fasilitator ini diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran pelaksanaan setiap program, tetapi juga mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan keterlibatan aktif para guru sebagai fasilitator, rangkaian program ABDI DESA 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus memperkuat kapasitas pendidik dalam mendampingi perkembangan siswa di desa tersebut.