Detail Artikel

Cegah Karies Sejak Dini, SENYUM CERIA Beri Fluoride Varnish kepada 46 Siswa SDN Kandangan 03

ALRIFKY ZAIDAN MAHARDIKA (Mahasiswa) Dipublikasikan 26 August 2026
Cegah Karies Sejak Dini, SENYUM CERIA Beri Fluoride Varnish kepada 46 Siswa SDN Kandangan 03

Bina Abdi Desa 2026 menghadirkan SENYUM CERIA untuk meningkatkan kesadaran kesehatan gigi dan mata siswa SDN Kandangan 03.

(UNAIR NEWS) – Kurangnya edukasi praktis dan perawatan preventif sering kali memicu tingginya risiko karies gigi serta masalah penglihatan pada anak usia sekolah di pedesaan. Merespons permasalahan tersebut, Tim Bina Abdi Desa 2026  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar program kesehatan SENYUM CERIA pada Rabu (12/8/2026) di SDN Kandangan 03, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan preventif ini secara spesifik menyasar 46 siswa dari kelas I hingga VI. Tujuannya adalah memberikan pemahaman sejak dini mengenai kebersihan mulut sekaligus memberikan layanan pemeriksaan fisik dasar.

Rangkaian diawali dengan pembagian dental kit dan edukasi praktik sikat gigi bersama di lapangan. Sesi ini berlangsung interaktif. Ketika seorang siswa mengeluhkan gusinya berdarah, drg. Amellia Reika Tiffany, M.Kes. dari Puskesmas Senduro langsung memberikan pendampingan. “Kalau biasanya yang berdarah itu ada infeksi di gusinya. Pelan-pelan aja ya, Nak,” ujarnya mengingatkan agar tidak menyikat gigi terlalu keras.

Selanjutnya, siswa menjalani pemeriksaan individual dan mendapat aplikasi fluoride varnish pada permukaan gigi guna mencegah gigi berlubang. Sebagai pelengkap layanan kesehatan, siswa juga mengikuti pemeriksaan kesehatan mata.

Secara dampak (impact) jangka pendek, program ini sukses membekali puluhan siswa dengan teknik menyikat gigi yang benar serta perlindungan langsung terhadap email gigi melalui aplikasi fluoride varnish. Edukasi yang diberikan secara praktik juga membantu siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Sementara itu, pemeriksaan mata memberikan gambaran awal mengenai kondisi penglihatan siswa sehingga potensi gangguan penglihatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih dini.

Untuk jangka panjang, intervensi kesehatan dasar melalui edukasi preventif, pemeriksaan rutin, dan aplikasi fluoride ini diproyeksikan mampu membantu menekan risiko karies serta berbagai permasalahan kesehatan gigi sejak usia sekolah. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara konsisten oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terbentuknya kebiasaan menjaga kebersihan gigi, mulut, dan kesehatan mata sejak dini, program SENYUM CERIA diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan anak-anak desa secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan pihak sekolah dan tenaga kesehatan menjadi faktor penting agar edukasi preventif tersebut dapat terus diterapkan dan dikembangkan setelah rangkaian Bina Abdi Desa 2026 berakhir.