Detail Artikel

Digitalisasi Kasir BUMDes Kandangan oleh Mahasiswa UNAIR Tingkatkan Efisiensi

ALRIFKY ZAIDAN MAHARDIKA (Mahasiswa) Dipublikasikan 26 August 2026
Digitalisasi Kasir BUMDes Kandangan oleh Mahasiswa UNAIR Tingkatkan Efisiensi

Bina Abdi Desa 2026 mendorong digitalisasi BUMDes melalui POS untuk meningkatkan efisiensi pencatatan, akuntabilitas, dan pengelolaan keuangan usaha.

UNAIR NEWS - Pencatatan transaksi secara manual pada unit usaha pedesaan sering kali memakan waktu lama saat ramai dan rentan terhadap kesalahan rekapitulasi data. Merespons kendala pemantauan arus kas tersebut, Tim Bina Abdi Desa 2026  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR) mendampingi transisi digitalisasi sistem kasir di Cafe Selogending, BUMDes Kandangan, pada Senin (10/8/2026).

Program implementasi teknologi ini secara spesifik menargetkan tiga orang kasir dan satu pengurus kafe. Tujuannya adalah memastikan keandalan data transaksi sekaligus mempermudah pengurus dalam melakukan audit arus kas harian secara transparan.

Sebagai solusi, mahasiswa memperkenalkan sistem Point of Sale (POS) Aronium yang terintegrasi dengan mesin pencetak struk termal. Pendampingan dilakukan melalui simulasi komprehensif, mulai dari memasukkan daftar menu, mengatur harga, hingga pencetakan bukti transaksi.

Yusuf, salah satu kasir, awalnya mengaku khawatir sistem akan rusak atau data belanjaan hilang jika salah tekan. "Tapi adik-adik mahasiswa mendampingi dengan sangat sabar sampai kami benar-benar lancar. Sekarang kerjaan terasa jauh lebih tenang, cepat, dan tidak ribet lagi," ungkapnya.

Perwakilan mahasiswa, Maritsa, menegaskan bahwa fokus utama mereka bukan sekadar membawa perangkat, melainkan memastikan pengelola kafe mahir dan percaya diri mengoperasikan sistem secara mandiri tanpa ketergantungan pihak luar.

Secara dampak (impact) jangka pendek, penerapan POS ini secara signifikan mempercepat proses pencatatan transaksi dan meminimalisasi potensi kesalahan yang sebelumnya dapat terjadi akibat pencatatan secara manual. Sistem yang lebih terstruktur juga membantu pengelola dalam mencatat setiap transaksi secara lebih sistematis, sehingga proses rekapitulasi dan pemantauan arus transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien. Selain itu, penggunaan POS memberikan kemudahan bagi pengelola dalam mengakses informasi transaksi yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari.

Untuk jangka panjang, digitalisasi ini diharapkan mampu menghasilkan pencatatan keuangan usaha yang lebih rapi, terpusat, dan terdokumentasi secara konsisten. Data transaksi yang tersusun dengan baik dapat menjadi dasar bagi pengelola dalam melakukan evaluasi kinerja usaha, menyusun laporan keuangan, serta mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan kondisi keuangan aktual. Penerapan sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan usaha BUMDes, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pencatatan manual yang berisiko mengalami kehilangan atau ketidaksesuaian data.

Dengan sistem pencatatan yang semakin tertata, pengelola BUMDes diharapkan memiliki fondasi administrasi keuangan yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan. Akuntabilitas pelaporan yang baik pada akhirnya dapat mempermudah pemantauan kesehatan keuangan BUMDes, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta menjadi salah satu faktor pendukung dalam mendorong pertumbuhan dan kemandirian ekonomi lokal.

Berita ini mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. #SDG8 #DecentWorkAndEconomicGrowth #SDGsUNAIR