Detail Artikel

Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman melalui Edukasi Anti-Bullying di SDN 3 Sarongan

YOLA REVICA SALSABILAH (Mahasiswa) Dipublikasikan 21 July 2026
Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman melalui Edukasi Anti-Bullying di SDN 3 Sarongan

Sosialisasi anti Bulliying di SDN Sarongan 3

       Bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak, baik dari sisi psikologis, sosial, maupun akademik. Menyadari pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga menyelenggarakan program edukasi bertajuk “Bullying: Memahami, Mencegah, dan Mengatasinya” di SDN 3 Sarongan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying, bentuk-bentuknya, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah maupun mengatasinya.

        Kepala SDN 3 Sarongan, Ibu Luvi Widiastuti menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. "Kami mengapresiasi inisiatif mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga yang telah memberikan edukasi kepada siswa mengenai bullying. Harapannya, anak-anak dapat lebih memahami pentingnya saling menghargai, menghormati teman, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua," ujarnya.

      Salah satu perwakilan mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga, Raissa Davina, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya mencegah perilaku bullying. "Melalui edukasi yang dikemas secara interaktif, kami berharap siswa tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga berani bersikap ketika melihat atau mengalami tindakan tersebut serta membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah," ungkapnya.

          Kegiatan ini dikemas secara interaktif, mulai dari penyampaian materi, diskusi, permainan edukatif, hingga sesi tanya jawab yang disesuaikan dengan usia siswa sekolah dasar. Siswa diajak mengenali berbagai bentuk bullying, dari fisik, verbal, sosial, sampai cyberbullying. Mereka juga diajari berani berkata tidak, melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya, dan mendukung teman yang jadi korban, agar budaya saling menghargai tumbuh di lingkungan sekolah.

          Program kerja ini turut mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan edukasi anti-bullying berkontribusi terhadap SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan anak dengan mencegah dampak psikologis akibat perundungan. Program ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education) karena membantu mewujudkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan kondusif sehingga siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman.

          Edukasi yang diberikan tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying, tetapi juga menanamkan nilai saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan berani mengambil tindakan ketika melihat perundungan terjadi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan SDG 10 (Reduced Inequalities) karena mendorong siswa untuk menghormati setiap teman tanpa membedakan latar belakang, kemampuan, maupun karakteristik lainnya. Selain itu, materi mengenai penyelesaian konflik tanpa kekerasan, keberanian melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya, serta kepedulian terhadap teman yang menjadi korban bullying mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dalam membangun budaya damai sejak usia dini. Pelaksanaan      program ini juga mencerminkan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga, SDN 3 Sarongan, guru, dan seluruh peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.

          Melalui program edukasi ini, mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga berharap siswa SDN 3 Sarongan dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Harapannya, nilai-nilai empati, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga budaya positif di sekolah dapat tumbuh dan berkelanjutan.