Mahasiswa FEB UNAIR Pasang Plang Wisata Tingkatkan Aksesibilitas di Lumajang
Bina Abdi Desa 2026 memasang plang penunjuk jalan untuk meningkatkan aksesibilitas wisata dan mendukung ekonomi Desa Kandangan secara berkelanjutan.
UNAIR NEWS - Keterbatasan infrastruktur penunjuk arah kerap membingungkan wisatawan dan menghambat potensi pengembangan ekonomi di kawasan pariwisata pedesaan. Merespons permasalahan aksesibilitas tersebut, Tim Bina Abdi Desa 2026 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan pemasangan plang penunjuk jalan di Desa Kandangan, Kabupaten Lumajang, pada Senin (10/8/2026).
Kegiatan fisik ini secara spesifik menyasar tiga titik strategis yang menjadi rute utama menuju objek wisata lokal, yakni Situs Selogending dan Air Terjun Manggisan. Pemasangan infrastruktur ini tidak berjalan sendiri. Setelah tahap perencanaan matang, relawan mahasiswa berkolaborasi erat dengan Kepala Dusun Krajan (Miseli), Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan dibantu secara gotong royong oleh sekitar 15 warga setempat.
Sinergi ini merupakan wujud nyata kolaborasi penyelenggara dan masyarakat dalam menghadirkan fasilitas umum yang fungsional. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi manfaat pada masyarakat yang sifatnya berkelanjutan," ujar Miseli, Kepala Dusun Krajan, mengapresiasi langkah nyata mahasiswa.
Secara dampak (impact) jangka pendek, penyediaan plang jalan ini langsung memperjelas aksesibilitas warga dan wisatawan yang melintas di tiga titik krusial menuju objek wisata lokal. Keberadaan penunjuk arah yang informatif membantu pengguna jalan mengenali rute dengan lebih mudah, mengurangi potensi tersesat, serta memberikan kepastian arah bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Desa Kandangan. Selain itu, fasilitas ini turut memperkuat kesiapan infrastruktur dasar desa dalam menunjang aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Untuk dampak jangka panjang, infrastruktur dasar ini diproyeksikan mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisata karena navigasi menuju Situs Selogending dan Air Terjun Manggisan menjadi lebih mudah dan terarah. Peningkatan aksesibilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperluas potensi promosi destinasi wisata desa. Bertambahnya kunjungan wisata juga berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha kuliner, perdagangan, hingga layanan pendukung pariwisata lainnya.
Pada akhirnya, keberadaan fasilitas penunjuk arah tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan potensi wisata dan kemandirian ekonomi Desa Kandangan. Agar manfaat tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan, fasilitas penunjuk arah ini diharapkan dirawat dan dipelihara secara bersama oleh masyarakat serta pihak terkait. Dengan demikian, plang yang telah dibangun dapat terus berfungsi sebagai penunjang mobilitas, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi wisatawan, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal dalam jangka panjang.
Berita ini mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. #SDG11 #SustainableCitiesAndCommunities #SDGsUNAIR