Upaya Pelatihan Kelompok Sadar Wisata di Desa Kandangan Lumajang bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang
Bina Abdi Desa 2026 membekali pengelola wisata dengan keterampilan kepemanduan dan promosi digital untuk mendorong pariwisata berkelanjutan.
UNAIR NEWS - Minimnya eksposur promosi dan belum optimalnya kualitas pelayanan menjadi kendala utama mengapa cagar budaya Situs Selogending belum dikenal luas oleh masyarakat luar. Merespons permasalahan pengembangan potensi desa tersebut, Tim Bina Abdi Desa 2026 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Pelatihan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di Desa Kandangan, Lumajang, pada Rabu (12/8/2026).
Kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas SDM ini secara spesifik menyasar belasan anggota pengurus POKDARWIS setempat. Berkolaborasi dengan Mas Devy (perwakilan Dinas Pariwisata) dan Bapak Miseli (Ketua POKDARWIS), mahasiswa membedah langkah solutif pemanfaatan media digital di era modern. Selain materi teori, peserta juga diajak melakukan simulasi (role play) menjadi tour guide profesional guna mengimplementasikan standar pelayanan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam).
Mas Devy memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif edukasi ini. “Terima kasih telah memperhatikan pariwisata desa yang biasanya jarang dipedulikan. Ini adalah langkah awal dalam mengembangkan potensi sebuah desa,” ungkapnya sebagaimana disampaikan ulang oleh Alrifky, Ketua Pelaksana Abdi Desa FEB UNAIR 2026.
Secara dampak (impact) jangka pendek, pelatihan ini terbukti efektif membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam kepemanduan wisata dan literasi promosi digital. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknik dasar dalam mendampingi wisatawan, tetapi juga dilatih untuk menyampaikan informasi mengenai potensi dan daya tarik Situs Selogending secara komunikatif. Materi promosi digital turut memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana untuk memperkenalkan destinasi kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan perpaduan keterampilan tersebut, peserta diharapkan mampu memberikan pengalaman kunjungan yang lebih informatif sekaligus mendukung upaya promosi destinasi secara lebih kreatif dan adaptif.
Untuk jangka panjang, pendidikan non-formal ini diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas SDM pengelola secara berkelanjutan. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam aktivitas pengelolaan wisata sehari-hari. SDM yang memiliki kemampuan kepemanduan serta tanggap terhadap perkembangan teknologi digital akan memiliki kapasitas lebih besar dalam mengelola potensi wisata secara mandiri, mulai dari memberikan pelayanan kepada pengunjung hingga menciptakan konten promosi yang relevan dan menarik.
SDM yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan digital diharapkan mampu memperluas jangkauan pengenalan Situs Selogending kepada calon wisatawan di luar wilayah Kabupaten Lumajang. Peningkatan eksposur tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan aktivitas ekonomi pendukung pariwisata. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, penguatan kapasitas pengelola diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kemajuan pariwisata Situs Selogending serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat Desa Kandangan di masa depan.
Berita ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas. #SDG4 #QualityEducation #SDGsUNAIR