Detail Artikel

Jawab Keterbatasan Pemetaan Masa Depan, Mahasiswa UNAIR Sukses Gelar PELITA bagi Siswa SDN Kandangan 03

ALRIFKY ZAIDAN MAHARDIKA (Mahasiswa) Dipublikasikan 26 August 2026
Jawab Keterbatasan Pemetaan Masa Depan, Mahasiswa UNAIR Sukses Gelar PELITA bagi Siswa SDN Kandangan 03

ABDI DESA 2026 melalui PELITA membantu siswa SDN Kandangan 03 memetakan cita-cita, meningkatkan motivasi belajar, dan membangun kepercayaan diri.

UNAIR NEWS – Tim Abdi Desa Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar program PELITA (Peta Langkah Impian Kita) bagi siswa-siswi kelas 4 hingga kelas 6 SDN Kandangan 03, Desa Kandangan, sebagai upaya mengatasi krisis orientasi masa depan yang dialami anak-anak di wilayah tersebut. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) pukul 07.00 hingga 11.00 WIB itu merupakan bagian dari rangkaian program ABDI DESA 2026.

Program ini lahir dari keprihatinan atas minimnya akses informasi mengenai ragam profesi dan jalur pendidikan di kalangan siswa sekolah dasar setempat. Krisis cita-cita ini dinilai berdampak jangka panjang, mulai dari menurunnya motivasi belajar hingga meningkatnya risiko putus sekolah pascapendidikan dasar. 

Dabit, selaku Penanggungjawab PELITA, memaparkan bahwa persoalan ini dipicu oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan, yaitu keterbatasan role model profesi modern di lingkungan sekitar, pola pikir pragmatis orang tua yang menuntut anak segera bekerja, serta institusi sekolah yang masih berfokus pada aspek akademis tanpa ruang bimbingan karier.

Belajar Lewat Film dan Karya Roadmap

Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan pendekatan Cine-Education atau penayangan film inspiratif yang dipadukan dengan penyusunan peta jalan hidup (life roadmap). Seluruh rangkaian kegiatan dituangkan dalam media kreatif berbasis motorik bernama Paspor Masa Depan dengan metode KARTU atau Karya Roadmap Masa Depanku.

Kegiatan diawali dengan pembagian kelompok dan pengisian identitas diri pada sampul Paspor Masa Depan, dilanjutkan sesi ice breaking dan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai profesi dan dunia kerja. Setelahnya, siswa menonton film pendek edukasi berdurasi sekitar 45 hingga 60 menit yang mengisahkan perjuangan meraih kesuksesan.

Usai pemutaran film, siswa mengikuti sesi berbagi pengalaman bersama mahasiswa asing dari Airlangga Global Engagement, dilanjutkan diskusi kelompok dan penulisan refleksi. Puncak kegiatan berupa pengisian KARTU, saat siswa menggambar dan menuliskan rencana hidup mereka mulai dari jenjang SD, SMP/SMA, kuliah atau pelatihan, hingga profesi impian secara bertahap.

“Kami berusaha meningkatkan motivasi anak-anak dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten di bidangnya,” jelas Dabit.

Dorong Keberanian dan Rasa Percaya Diri Anak

Sesi  Apresiasi Panggung Impian menjadi momen bagi siswa untuk secara bergiliran maju ke depan kelas menceritakan isi karya roadmap mereka di hadapan teman-teman. Bagi siswa yang belum berkesempatan tampil, mentor kelompok memberikan peninjauan secara personal sehingga seluruh anak tetap mendapatkan validasi berupa stempel atau stiker kelulusan pada buku paspor mereka.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa, pemberian penghargaan bagi tiga anak terberani yang tampil tanpa ditunjuk, serta sesi dokumentasi bersama. Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim turut menyerahkan Modul Metode Pembelajaran Paspor Masa Depan/KARTU kepada pihak SDN Kandangan 03 agar dapat direplikasi oleh para guru pada masa mendatang.

Melalui program PELITA, Tim Abdi Desa UNAIR berharap dapat menumbuhkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan keberanian anak-anak Desa Kandangan untuk memvisualisasikan serta memperjuangkan langkah strategis menuju impian mereka.