Dukung SDGs 11 dan 15, Jagawana BEM UNAIR Buat Mural Panorama di Desa Dilem
BEM UNAIR Jagawana 5.0 membuat mural panorama harmoni alam di Desa Dilem, Mojokerto untuk memperindah lingkungan dan mendukung SDGs.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) melalui program karsa lingkungan JAGAWANA 5.0 kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat. Berlangsung selama lima hari, mulai (19/08/26) hingga (23/08/26), panitia lintas divisi Jagawana menginisiasi pengerjaan mural panorama yang berlokasi strategis di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini hadir bukan sekadar pemanis ruang publik, melainkan bentuk dedikasi mahasiswa dalam memperindah sudut desa sekaligus meninggalkan warisan karya yang bernilai historis. Selain itu, program ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) melalui penataan lingkungan publik yang inklusif, serta SDGs poin 15 (Ekosistem Daratan) lewat promosi kesadaran menjaga kelestarian alam desa.
Representasi Potensi Alam dan Identitas Lokal
Mural yang dilukis mengusung tema “Harmoni Alam dan Identitas Desa Dilem”. Menggunakan pendekatan lanskap panorama utuh tanpa terpisah, lukisan ini merangkum seluruh kekayaan geografis dan budaya lokal Desa Dilem. Elemen-elemen ikonik seperti megahnya Gunung Semar, bentang pegunungan, hamparan sawah subur, aliran sungai, hingga vegetasi perkebunan terjalin rapi sebagai gambaran utama mata pencaharian dan keasrian lingkungan setempat.
Sebagai penegas visual, tulisan “Selamat Datang di Desa Dilem” disematkan secara menonjol di area yang sering dilalui masyarakat serta pendatang. Penyusunan elemen yang menyambung dari satu sisi ke sisi lain menyimbolkan bahwa seluruh potensi alam dan kehidupan sosial warga Desa Dilem saling terhubung erat dan tidak berdiri sendiri.
Jejak Permanen untuk Kebanggaan Desa
Perwakilan panitia Jagawana, Auwie, menegaskan bahwa “Mata acara mural kami buat karena kami ingin memberikan output yang bersifat permanen, bukan hanya kegiatan satu hari. Harapannya, setelah JAGAWANA 5.0 selesai, masyarakat tetap memiliki karya yang merepresentasikan desa mereka, memperkuat identitas visual sebagai ucapan selamat datang, serta menumbuhkan rasa bangga untuk menjaga lingkungan dan potensi Desa Dilem,” tutur Auwie.
Melalui sinergi seni dan kesadaran ekologis ini, BEM UNAIR berharap mural tersebut tidak hanya mempercantik ruang publik, tetapi juga menjadi pengingat kolektif bagi seluruh warga Desa Dilem untuk terus merawat harmoni alam, memperkuat rasa kepemilikan daerah, dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.