Gagas Gaya Hidup Berkelanjutan, Mahasiswa UNAIR Ajak Siswa SDN Kandangan 03 Olah Sampah Kertas
program Kreasi Anak Desa, BEM FEB UNAIR mengedukasi siswa SDN Kandangan 03 Lumajang untuk mengolah limbah kertas menjadi pembatas
UNAIR NEWS — Puluhan siswa SDN Kandangan 03 tampak antusias menyulap limbah kertas menjadi pembatas buku kreatif, Selasa (11/8/2026). Kegiatan pengolahan limbah ini merupakan bagian dari program Kreasi Anak Desa yang diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) guna melatih kreativitas sekaligus menanamkan kesadaran gaya hidup berkelanjutan sejak dini.
Alih-alih sekadar mendengarkan teori, para siswa diajak mempraktikkan langsung proses daur ulang secara mandiri. Dengan pendampingan tim mahasiswa, anak-anak tersebut menghancurkan kertas bekas menjadi bubur (pulp), mencetaknya menggunakan alat saring kasa (molding/screen), dan mengeringkannya menjadi lembaran baru.
Proses berlanjut pada tahap personalisasi karya. Lembaran kertas daur ulang yang telah kering kemudian dipotong dan dihias menggunakan pensil warna. Hasil akhirnya adalah pembatas buku unik yang langsung diselipkan ke dalam buku pelajaran mereka masing-masing sebagai bukti fisik keberhasilan proses daur ulang.
"Ini adalah metode pembelajaran yang sangat tepat untuk mengembangkan kreativitas anak-anak. Mereka belajar bahwa sampah di sekitar mereka bisa kembali memiliki nilai guna jika diolah dengan benar," ujar Dabit, Penanggung Jawab Program Kreasi Anak Desa.
Guna memastikan keberlanjutan program, tim mahasiswa tidak hanya memberikan pelatihan satu hari. Mereka turut menyerahkan puluhan set alat daur ulang sederhana beserta modul pembelajarannya kepada pihak sekolah.
Melalui fasilitas dan keterampilan teknis yang telah diwariskan tersebut, pihak sekolah diproyeksikan mampu menjadikan praktik daur ulang ini sebagai metode pembelajaran berwawasan lingkungan yang dapat terus dikembangkan secara mandiri di masa depan. Keberadaan perangkat dan modul pembelajaran yang diberikan diharapkan dapat menjadi sarana pendukung bagi guru untuk mengintegrasikan aktivitas pengolahan limbah ke dalam proses pembelajaran secara rutin. Dengan adanya pendampingan yang telah diberikan, guru juga memiliki bekal untuk mengembangkan berbagai bentuk kegiatan kreatif lain yang memanfaatkan bahan-bahan bekas di lingkungan sekitar sekolah.
Keberlanjutan praktik ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam memahami proses daur ulang, tetapi juga membentuk kebiasaan untuk lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola barang yang sudah tidak terpakai. Siswa dapat belajar bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai estetika. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, kemampuan memecahkan masalah, serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Dengan demikian, program Kreasi Anak Desa tidak berhenti pada menghasilkan pembatas buku sebagai produk akhir, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya pembelajaran yang kreatif dan berkelanjutan di SDN Kandangan 03. Melalui keterlibatan aktif guru dan siswa, praktik sederhana ini diharapkan dapat terus direplikasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran sehingga nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat tumbuh secara konsisten dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
#SDGs4 #SDGs12 #QualityEducation #ResponsibleConsumptionAndProduction #SDGsUNAIR