Detail Artikel

Pelatihan Cream Cheese Dorong Warga Kandangan Tingkatkan Nilai Jual Susu Sapi Ternak

ALRIFKY ZAIDAN MAHARDIKA (Mahasiswa) Dipublikasikan 01 September 2026
Pelatihan Cream Cheese Dorong Warga Kandangan Tingkatkan Nilai Jual Susu Sapi Ternak

Bina Abdi Desa melatih warga Desa Kandangan mengolah susu menjadi cream cheese sebagai produk bernilai jual dan peluang usaha

UNAIR NEWS — Potensi susu sebagai salah satu komoditas yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah mendorong Tim Bina Abdi Desa FEB 2026 memberikan pelatihan pengolahan susu kepada masyarakat Desa Kandangan, Kabupaten Lumajang, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang menyasar pemuda dan ibu rumah tangga ini dilaksanakan sebagai upaya membekali masyarakat dengan keterampilan pengolahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Divisi Research and Development Bina Abdi Desa FEB 2026 dengan melibatkan Divisi Korbrand sebagai pendamping kegiatan. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada salah satu alternatif pengolahan susu menjadi cream cheese. Produk tersebut dipilih sebagai bentuk diversifikasi olahan yang dapat memberikan nilai tambah dibandingkan apabila susu hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku segar.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan praktik secara langsung. Tim terlebih dahulu memberikan demonstrasi mengenai tahapan pembuatan cream cheese, mulai dari persiapan bahan hingga proses pengolahan. Setelah memperoleh penjelasan, peserta kemudian mempraktikkan setiap tahapan secara bersama-sama dengan pendampingan mahasiswa. Pendekatan learning by doing tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya memahami proses secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman teknis yang dapat diterapkan kembali secara mandiri.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama proses praktik berlangsung. Pemuda dan ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan turut memperhatikan setiap tahapan pengolahan serta berdiskusi dengan tim mengenai proses pembuatan dan kemungkinan pengembangan produk. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk baru dengan nilai guna dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Kepala Dusun Tlutur, Bapak Hanafi, turut menyampaikan antusiasme dan harapannya agar keterampilan yang diperoleh warganya dapat diterapkan secara konsisten.

"Harapan saya, ilmu yang didapat ibu-ibu dan rekan-rekan pemuda hari ini tidak berhenti sampai di sini saja. Sayang sekali kalau cuma dipraktikkan waktu pelatihan. Semoga ke depannya olahan cream cheese ini bisa diproduksi secara rutin, syukur-syukur nanti bisa dikemas dengan bagus dan jadi produk jualan unggulan yang bisa nambah pemasukan warga," ungkap Pak Hanafi.

Melalui pelatihan ini, masyarakat memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah susu menjadi cream cheesesekaligus memahami peluang diversifikasi produk berbasis bahan pangan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi warga yang ingin mengembangkan produk olahan secara mandiri maupun berkelompok.

Secara dampak (impact) jangka pendek, pelatihan ini memberikan tambahan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah susu menjadi produk dengan bentuk dan fungsi yang berbeda. Pengetahuan tersebut dapat membantu warga melihat alternatif pemanfaatan susu sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan produk pangan. Bagi pemuda dan ibu rumah tangga, keterampilan ini juga dapat menjadi salah satu bekal untuk mulai mengeksplorasi peluang usaha berbasis produk olahan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Untuk dampak jangka panjang, keterampilan pengolahan susu diharapkan dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Kandangan. Pengembangan cream cheese maupun produk olahan susu lainnya berpotensi membuka ruang inovasi dalam diversifikasi produk, pengemasan, hingga pemasaran. Apabila dikembangkan secara konsisten, keterampilan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi yang mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan demikian, pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknik pembuatan cream cheese, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong masyarakat untuk melihat potensi bahan pangan sebagai sumber peluang ekonomi. Keberlanjutan penerapan keterampilan yang telah diberikan diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat Desa Kandangan dalam mengembangkan produk lokal secara kreatif, mandiri, dan berkelanjutan.