DEPUTRA 9.0 Dorong Pemberdayaan Masyarakat Dukung SDGs
Foto peresmian Rocket Stove, salah satu program dari Deputra 9.0. (Foto: Dokumentasi Panitia)
Desa dan Kampung Mitra (DEPUTRA) merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam pengabdian kepada masyarakat. Mengusung tema khusus pada tahun ini, DEPUTRA 9.0 berorientasi penuh pada keberlanjutan dan kemandirian masyarakat mitra melalui belasan program kerja yang inovatif. "Kami membawa tema Memberikan, Menumbuhkan, Melanjutkan, dengan harapan program ini benar-benar berdampak jangka panjang bagi warga di kedua wilayah," ungkap Naicilla Bintang, selaku Wakil Ketua Pelaksana DEPUTRA 9.0.
Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni Desa Gerbo di Kabupaten Pasuruan pada Juli dan Kampung Kupang Gunung Timur di Surabaya pada Agustus 2026. Keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan ini terwujud berkat kolaborasi erat antara panitia, dosen pembimbing Ibu Usma Nur Dian Rosyidah, serta partisipasi aktif warga. "Antusiasme warga di kedua wilayah tersebut sangat tinggi dalam menyambut kedatangan dan program dari teman-teman mahasiswa," tutur Naicilla menyoroti respons positif masyarakat lokal.
Saat mengabdi di Desa Gerbo, para mahasiswa melangsungkan berbagai program unggulan, mulai dari pembangunan karakter siswa lewat Karsa Cita hingga solusi pembakaran sampah minim asap melalui Rocket Stove. Kegiatan lain yang turut memeriahkan suasana desa mencakup Pojok Literasi, sosialisasi edukasi digital keluarga, pemeriksaan kesehatan warga, hingga ditutup dengan pagelaran seni bertajuk Simfoni Karya. "Fokus kami di Desa Gerbo memang untuk menyentuh berbagai aspek krusial kehidupan, mulai dari kesehatan masyarakat hingga pendidikan dasar anak-anak," tambah Naicilla memaparkan strategi panitianya.
Berpindah ke Kampung Kupang Gunung Timur, kegiatan difokuskan pada pemberdayaan potensi warga melalui kelas bahasa Inggris interaktif, edukasi menabung sejak dini, hingga pelatihan pemasaran bagi pelaku UMKM. Rangkaian program pengabdian di kawasan perkotaan ini juga diwarnai dengan inovasi daur ulang sampah menjadi tas fesyen serta penyuluhan perencana keluarga yang sangat edukatif. "Untuk kawasan perkampungan kota, kami sengaja merancang English Fun Class dan pelatihan UMKM agar warganya semakin melek teknologi dan digital," jelas mahasiswi tersebut.
Mendorong Pencapaian SDGs
Rangkaian program pengabdian DEPUTRA 9.0 ini turut mengimplementasikan upaya pencapaian enam poin utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs) secara nyata di tengah lingkungan masyarakat. Visi tersebut membuktikan bahwa dedikasi mahasiswa mampu merespons langsung tantangan pembangunan global yang meliputi isu pengentasan kemiskinan, pendidikan bermutu, kemitraan strategis, hingga pelestarian ekosistem. "Kami berupaya keras agar setiap program sejalan dengan target SDGs, supaya dampaknya tidak hanya terasa di tingkat lokal, tetapi juga berdampak lebih luas," papar Naicilla mengenai visi besar dari DEPUTRA 9.0.
Seluruh dedikasi dan kerja keras yang dicurahkan oleh para mahasiswa tersebut dirancang secara matang agar mampu menciptakan dampak positif yang sungguh berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini dipastikan bukanlah sekadar agenda seremonial kampus semata yang dilakukan demi sekadar menggugurkan kewajiban program kerja mahasiswa. “Harapannya, setiap program kerja yang sudah kami laksanakan di kedua tempat tersebut dapat memberi manfaat bagi masyarakat, baik sekarang maupun untuk masa depan,” pungkas Naicila dengan penuh optimisme.