Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa KKN Penyetaraan FK UNAIR Bawa Perubahan Berkelanjutan di Kampung Namatota, Kaimana, Papua Barat
Mahasiswa FK UNAIR menggelar KKN Penyetaraan di Kampung Namatota, Papua Barat, berfokus pada kesehatan, lingkungan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Semangat pengabdian tiada henti terus ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR). Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Penyetaraan, sekelompok mahasiswa FK UNAIR diterjunkan langsung ke Kampung Namatota, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Kehadiran mereka di sana tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban akademik, tetapi juga membawa misi mulia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat melalui berbagai program kerja multi-sektor.
Kampung Namatota yang kaya akan potensi alam dan keindahan bahari menjadi lokasi strategis bagi pelaksanaan KKN ini. Berbekal ilmu dan semangat kolaborasi, para mahasiswa menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi.
Sebagai calon tenaga medis, fokus utama dari pengabdian ini tentu saja pada sektor kesehatan. Para mahasiswa menggelar program pemeriksaan kesehatan gratis yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga Kampung Namatota. Melalui pemeriksaan ini, warga dapat mengetahui kondisi kesehatan dasar mereka, mendapatkan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menerima konsultasi medis sederhana. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Tak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tim KKN Penyetaraan FK UNAIR juga menaruh perhatian besar pada kelestarian lingkungan pesisir. Bekerja sama dengan warga sekitar, mereka menginisiasi kegiatan bersih pantai. Aksi gotong royong bekerjasama dengan beberapa elemen masyarakat seperti Namatota Dive Center dan YBM PLN, kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan pesisir Namatota dari tumpukan sampah laut, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem laut yang menjadi salah satu urat nadi kehidupan di Kaimana.
Kepedulian terhadap lingkungan ini dilanjutkan melalui program pemanfaatan barang bekas. Mahasiswa memberikan edukasi dan pendampingan kepada warga tentang bagaimana mengolah limbah atau barang tak terpakai menjadi benda yang memiliki nilai guna. Inovasi ini tidak hanya menekan volume sampah di lingkungan kampung, tetapi juga membuka peluang kreativitas baru.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan revitalisasi TK terbengkalai di kampung, menjadi Rumah Baca untuk anak-anak Kampung Namatota. Mahasiswa bekerjasama dengan penduduk setempat untuk melakukan pembersihan, serta penyusunan rak buku dan buku-buku yang diperoleh dari donasi yang dikumpulkan sebelumnya.
Untuk semakin memperkuat kemandirian warga, program pemberdayaan juga menyentuh aspek ekonomi. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar ekonomi. Dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemetaan potensi lokal dan strategi dasar untuk mengembangkan perekonomian keluarga, sehingga kesejahteraan warga Namatota dapat terus meningkat.
Selain program-program utama tersebut, mahasiswa juga membaur aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. Mulai dari kegiatan ramah tamah, tahlilan rutin, pengajian, pendampingan anak-anak kampung, hingga ikut serta dalam rutinitas keseharian warga, termasuk membantu memasak untuk kegiatan warga. Kedekatan yang terjalin sukses menciptakan ikatan emosional yang kuat antara delegasi UNAIR dan masyarakat.
Program KKN Penyetaraan di Kampung Namatota ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FK UNAIR mampu mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat. Rangkaian kegiatan komprehensif ini diharapkan mampu meninggalkan jejak perubahan yang positif dan berkelanjutan bagi warga Kampung Namatota.
"Terimakasih banyak untuk teman-teman dari Universitas Airlangga, sudah mau membantu kami warga Namatota, semoga kuliahnya lancar, dan kami Warga Namatota sangat berterimakasih dan menunggu kehadiran kalian lagi di Kampung ini", ujar Bakhri, Kepala Desa Namatota