Detail Artikel

Mahasiswa BBK 8 UNAIR Hadirkan Inovasi Kudapan Rendah Gula, Garam dan Lemak Jenuh Bagi Masyarakat Desa Prayungan Kabupaten Bojonegoro

GUSTI BAGUS CANDRA WIBAWA (Mahasiswa) Dipublikasikan 21 July 2026
Mahasiswa BBK 8 UNAIR Hadirkan Inovasi Kudapan Rendah Gula, Garam dan Lemak Jenuh Bagi Masyarakat Desa Prayungan Kabupaten Bojonegoro

Mahasiswa BBK 8 UNAIR Hadirkan Inovasi Kudapan Rendah Gula, Garam dan Lemak Jenuh Bagi Masyarakat Desa Prayungan Kabupaten Bojonegoro

 

BOJONEGORO - Kelompok mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro berhasil menggagas inovasi resep camilan rendah gula, garam dan lemak jenuh hingga diperkenalkan pada masyarakat melalui kolaborasi dengan ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan dan Keluarga (PKK) Desa Prayungan. Kolaborasi tersebut berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026, di Gedung PKK Desa Prayungan, bertepatan dengan Senam Pagi dan Pertemuan Rutin Bulanan PKK Desa Prayungan bulan Juli 2026. Inti dari giat kolaborasi tersebut adalah penyelenggaraan demonstrasi inovasi resep Brownies Labu Pisang Kukus dan Infused Water yang dirancang sebagai kudapan rendah gula, rendah garam dan rendah lemak jenuh (rendah GGL) berbasis pangan lokal Desa Prayungan, Bojonegoro. Adapun tujuan kegiatan ini, selain memberi alternatif kudapan rendah GGL, adalah peningkatan pengetahuan bahaya konsumsi GGL berlebih, serta pencegahan penyakit tidak menular (PTM) dan sindrom metabolik akibat konsumsi GGL berlebih.

Rangkaian acara dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan senam pagi yang diikuti oleh 24 orang anggota PKK. Seluruh peserta tampak kompak mengikuti arahan instruktur senam dengan antusias. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Barulah pada pukul 09.00, kegiatan inti Pertemuan Rutin Bulanan sekaligus demonstrasi resep dimulai dengan total peserta mencapai 42 orang. Resep pertama yang didemonstrasikan, yakni Brownies Labu Pisang Kukus. Brownies ini dibuat dengan bahan-bahan berupa pisang, labu kuning, tepung terigu, bubuk coklat, baking powder dan telur ayam yang sama sekali tidak menyertakan gula tambahan dalam bentuk apapun. Bahan-bahan pangan tersebut tergolong mudah ditemukan di Desa Prayungan. Per 100 gram Bolu Labu Pisang Kukus, melalui estimasi kandungan gizi dengan software Nutrisurvey, terkandung energi 140 kkal, lemak total 4 gram, 2 gram lemak jenuh, 6 gram protein, 26 gram karbohidrat, 2 gram serat, 3 gram gula alami yang bersumber dari buah pisang dan labu kuning, 105 mg kolesterol dan 110 mg natrium. Selain brownies, tahapan pembuatan infused water menggunakan bahan-bahan alami dari lingkungan sekitar seperti timun, jeruk nipis, dan daun seledri juga didemonstrasikan sebagai alternatif minuman segar rendah gula. Kegiatan senam hingga demonstrasi masak ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Develeopment Goals (SDGs) poin 2 No Hunger (Tanpa Kelaparan) dan poin 3 Good Health and Well Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

“Pelatihan ini sangat seru, sangat informatif, dan menambah wawasan. Kita sebagai warga Prayungan dapat belajar resep kudapan baru, mulai dari persiapan bahan yang mudah dicari, hingga cara pembuatan yang sangat mudah dilakukan dan cepat di pahami. Semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat untuk warga Prayungan sebagai resep kudapan sehat terutama bagi  kalangan mulai dari balita, ibu hamil dan sebagian orang yg ingin mengurangi konsumsi gula” tutur Ibu Siti Muzayanah selaku Ketua PKK Desa Prayungan. Kegiatan ini dapat terlaksana tak lepas dari bimbingan dan arahan Ibu Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes. selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) dari Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Universitas Airlangga. Harapannya, melalui ibu-ibu PKK sebagai inisiator awal, budaya konsumsi kudapan rendah GGL dapat membudaya pada keseharian masyarakat Desa Prayungan sehingga tujuan berkelanjutan dari inovasi resep ini dapat tercapai dengan baik.