Detail Artikel

Fakultas Vokasi UNAIR Tingkatkan Literasi Kader TBC melalui Program PINTAR-TB di Banyuwangi

Ayub Manggala Putra (Dosen) Dipublikasikan 12 October 2026
Fakultas Vokasi UNAIR Tingkatkan Literasi Kader TBC melalui Program PINTAR-TB di Banyuwangi

Fakultas Vokasi UNAIR melalui PINTAR-TB memperkuat kapasitas kader Banyuwangi dalam penanggulangan tuberkulosis melalui literasi radiologi, pemanfaatan herbal, dan edukasi berkelanjutan.

Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk PINTAR-TB (Penguatan Kapasitas Kader melalui Integrasi Terapi Herbal Adjuvan dan Literasi Radiologi dalam Mendukung Penanggulangan Tuberkulosis) pada 9–10 Oktober 2026 di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Program dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Tegalsari sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan pasien tuberkulosis (TBC). Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, jumlah kasus TBC mencapai 3.057 kasus pada 2025, meningkat dari 2.940 kasus pada 2024.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Tegalsari, Nunuk Sulistyawati, S.ST.Keb., bersama Ketua Pelaksana Pengmas, Alifatus Wahyu Nur Ma'rifah, S.Tr.Kes., M.T.

"Melalui PINTAR-TB, kami ingin membekali kader dengan pengetahuan yang aplikatif, mulai dari pemahaman penyakit TBC, pemeriksaan radiologi, hingga pemanfaatan herbal sebagai terapi pendamping. Kader memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi yang tepat kepada masyarakat," ujar Alifatus.

Kolaborasi Multidisiplin dalam Penguatan Literasi Kesehatan

Program PINTAR-TB menghadirkan edukasi tuberkulosis oleh Aisyah Widayani, S.T., M.T., literasi pemeriksaan radiografi toraks oleh Alifatus Wahyu Nur Ma'rifah, S.Tr.Kes., M.T., serta pemanfaatan herbal adjuvan oleh Dr. Iif Hanifah Nurrosyidah, S.Farm., Apt., M.Farm.

Kegiatan dilengkapi dengan demonstrasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang tersedia di lingkungan Puskesmas Tegalsari. Pendekatan ini menjadi sarana pembelajaran praktis mengenai potensi tanaman herbal sebagai pendukung pemeliharaan kesehatan, dengan tetap menekankan pentingnya pengobatan medis sebagai terapi utama TBC.

Demonstrasi turut didukung oleh Ayub Manggala Putra, S.Tr.Kes., M.Sc., dosen Teknologi Radiologi Pencitraan, serta Rizky Amalia Sinulingga, S.Ak., M.A.B., dosen Departemen Bisnis Fakultas Vokasi UNAIR.

Mahasiswa lintas program studi juga berpartisipasi, yakni Rayhan dan Bagus dari Teknologi Radiologi Pencitraan serta Rizki dari Pengobat Tradisional (Battra). Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pendidikan vokasional melalui penerapan kompetensi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Buku Saku PINTAR-TB sebagai Luaran Edukasi Berkelanjutan

Salah satu luaran utama program ini adalah buku saku PINTAR-TB yang diserahkan secara simbolis kepada Puskesmas Tegalsari bersama produk herbal. Buku tersebut dikembangkan sebagai media edukasi praktis bagi kader dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan demonstrasi. Salah satu kader kesehatan dari Desa Tegalsari, Ani Sulistyo, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan tambahan mengenai peran pemeriksaan radiologi dalam penanganan TBC.

"Materinya sangat bermanfaat, terutama tentang pemeriksaan foto rontgen dada yang sebelumnya belum banyak kami pahami. Buku sakunya juga sangat membantu karena bisa kami gunakan kembali saat memberikan edukasi kepada warga," ujar Ani.

Sebagai bentuk evaluasi, tim pelaksana menyelenggarakan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta.

Melalui program PINTAR-TB, Fakultas Vokasi UNAIR berkontribusi terhadap SDG 3, khususnya target 3.3 mengenai pengendalian epidemi tuberkulosis, sekaligus mendukung SDG 4 melalui peningkatan pengetahuan kader dan SDG 17 melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Program ini diharapkan dapat memperkuat peran kader sebagai penggerak edukasi kesehatan sekaligus mendukung penanggulangan TBC secara berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi.