Detail Artikel

Bertumbuh Bersama Masyarakat, PSIBI 2026 Wujudkan Pengabdian Sehat, Inklusif, dan Berkelanjutan

DELLA GITA PRATIWI (Mahasiswa) Dipublikasikan 12 October 2026
Bertumbuh Bersama Masyarakat, PSIBI 2026 Wujudkan Pengabdian Sehat, Inklusif, dan Berkelanjutan

PSIBI 2026 menghadirkan edukasi, layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan aksi lingkungan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian SDGs melalui kolaborasi mahasiswa dan

Selama sebelas hari, Program Psikologi Bina Desa (PSIBI) 2026 menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Program unggulan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM KM Fakultas Psikologi Universitas Airlangga yang telah berlangsung selama lima tahun berturut-turut sejak 2022 ini dilaksanakan pada 15–25 Juli 2026. Melalui pendekatan psikologi yang aplikatif dan kolaborasi bersama masyarakat, PSIBI 2026 berupaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Di bidang pendidikan, program 'Petualangan Anak Hebat: Rahasia 4 Kata Ajaib' mengajak siswa kelas V SDN Curahmojo membiasakan penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui permainan edukatif, kuis, dan diskusi interaktif, anak-anak belajar menerapkan nilai kesopanan dan kepedulian dengan cara menyenangkan. Pendidikan inklusif juga diwujudkan melalui workshop kreatif daur ulang bersama 11 siswa SLB Putra Mandiri. Dengan pendampingan panitia dan guru, siswa melukis galon bekas untuk dijadikan tong sampah. Kegiatan ini menjadi ruang berekspresi sekaligus melatih kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan SDG 4 dan SDG 12.

Perhatian terhadap tumbuh kembang anak turut diwujudkan melalui psikoedukasi 'Bertumbuh Bersama Anak Hebat' bagi orang tua dan guru SLB. Dipandu Nadia Farahmita, M.Psi., Psikolog, kegiatan ini membahas karakteristik anak berkebutuhan khusus, strategi komunikasi, serta pentingnya dukungan keluarga. Sesi dilanjutkan dengan konseling bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh ruang untuk berdiskusi mengenai tantangan pengasuhan dan memahami strategi pendampingan anak yang sesuai. Program ini mendukung SDG 3 dan SDG 4.

Dalam bidang kesehatan, PSIBI 2026 berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Mojokerto dan Puskesmas Pungging untuk mengadakan penyuluhan serta pemeriksaan gigi bagi siswa kelas IV dan V SDN Curahmojo. Selain memperoleh edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar dan menjaga kebersihan mulut, siswa menjalani pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan. Kegiatan ini diharapkan mendorong kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif yang mendukung SDG 3.

Edukasi keluarga juga dilakukan melalui psikoedukasi warga bertajuk 'Cara Pola Asuh Anak di Era Digitalisasi' bersama Valina Khiarin Nisa, S.Psi., M.Sc., dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Orang tua diajak memahami tantangan pengasuhan di era digital, termasuk pengelolaan penggunaan gawai dan pentingnya komunikasi sehat bersama anak. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagi pengalaman menghadapi perilaku anak dalam penggunaan teknologi.

Ibu Valina menyampaikan, "Kegiatan ini menyenangkan karena materinya berkaitan dengan pemahaman orang tua terhadap aktivitas digital anak. Interaksi dengan peserta juga sangat aktif." Ia berharap orang tua semakin memahami waktu penggunaan gawai, batasan, jenis konten, dan durasi yang sesuai, sehingga teknologi dapat menjadi sarana pendukung pengasuhan tanpa menggantikan interaksi orang tua dan anak. Kegiatan ini mendukung SDG 3 dan SDG 4.

Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kepedulian lingkungan juga diwujudkan melalui workshop kokedama bagi lansia dan ibu rumah tangga. Kegiatan merangkai tanaman ini memberikan pengalaman rekreatif sekaligus mendorong kreativitas, produktivitas, dan interaksi sosial. Sementara itu, workshop Eco-Psychology in Action mengajarkan peserta mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Melalui workshop Mindful Recycling, ibu rumah tangga juga diajak mengolah koran bekas menjadi kerajinan mangkuk. Selain memperkenalkan alternatif pengelolaan limbah rumah tangga, kedua workshop tersebut membuka wawasan mengenai potensi produk daur ulang sebagai peluang usaha, sejalan dengan SDG 8 dan SDG 12.

Puncak PSIBI 2026 ditandai dengan senam pagi, jalan sehat, hiburan, dan pembagian doorprize yang diikuti sekitar 500–600 warga Desa Curahmojo. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan mahasiswa dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan program turut mencerminkan semangat SDG 17.

Departemen Pengabdian Masyarakat BEM KM Fakultas Psikologi Universitas Airlangga menyampaikan terima kasih kepada warga Desa Curahmojo, para volunteer PSIBI 2026, pemerintah desa, sekolah, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang berkontribusi. Apresiasi juga diberikan kepada sponsor, yaitu Mojo Tras, PT Pelindo (Persero) Regional 3, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, CV P3SM Kaltim, Rumaji Group, dan Lalamove atas dukungan yang membantu kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.