Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital, Statistika UNAIR Gelar Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial melalui MIT App Inventor dan Canva di SMPN 1 Pucuk, Lamongan
Pelatihan MIT App Inventor dan Canva oleh Statistika UNAIR di SMPN 1 Pucuk untuk meningkatkan kompetensi digital guru
Program Studi S1 Statistika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) di SMP Negeri 1 Pucuk, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui pemanfaatan MIT App Inventor dan Canva untuk mendukung pengembangan pembelajaran yang kreatif dan interaktif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 skema Program Kemitraan Masyarakat Desa Binaan (PKM-DB) yang didanai oleh Universitas Airlangga. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan, khususnya melalui peningkatan keterampilan pendidik dalam memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan pembelajaran.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari perwakilan Universitas Airlangga dan Kepala SMP Negeri 1 Pucuk yaitu Muhammad Said. Pembukaan juga diisi dengan penyerahan plakat dan penandatanganan Implementation Agreement sebagai bentuk penguatan kerja sama antara kedua pihak. Setelah itu, peserta mengikuti pengarahan sebelum memasuki sesi pelatihan dan praktik.
Dalam sambutannya, Muhammad Said menyampaikan apresiasi kepada tim Universitas Airlangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar, keberanian mencoba hal baru, dan keterbukaan terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menjadi langkah untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong pembelajaran yang lebih inovatif.
Sebelum penyampaian materi, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal terkait materi pelatihan. Selanjutnya, peserta memperoleh materi dan pendampingan praktik yang dirancang agar guru tidak hanya mengenal teknologi secara teori, tetapi juga dapat mencoba penggunaannya secara langsung.
Pada sesi MIT App Inventor, guru diperkenalkan dengan pemrograman berbasis blok visual yang memungkinkan pengguna merancang aplikasi sederhana tanpa harus memulai dengan penulisan kode program yang kompleks. Melalui platform ini, peserta mempelajari dasar pemrograman dan memperoleh gambaran mengenai potensi pengembangan aplikasi sebagai media pendukung kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, sesi Canva berfokus pada pemanfaatan platform desain digital untuk membuat media pembelajaran yang menarik dan komunikatif. Guru diajak mengeksplorasi fitur Canva dalam menyusun materi visual, presentasi, serta bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan media visual diharapkan dapat membantu penyampaian materi agar lebih mudah dipahami dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Kedua materi tersebut memberikan alternatif pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. MIT App Inventor memperkenalkan pendekatan pembelajaran melalui pemrograman visual, sedangkan Canva mendukung kreativitas guru dalam menyajikan materi. Melalui praktik langsung, peserta diharapkan mampu menyesuaikan penggunaan kedua platform dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
Setelah sesi materi dan praktik selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengevaluasi pemahaman setelah pelatihan. Perbandingan hasil pre-test dan post-test dapat digunakan untuk melihat perkembangan pemahaman peserta serta menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program.
Selain penguasaan keterampilan teknis, pelatihan ini turut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial secara kritis dan bertanggung jawab. Guru perlu memperhatikan ketepatan informasi, etika penggunaan teknologi, serta kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran. Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung tanpa mengesampingkan peran guru dalam membimbing peserta didik.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), melalui upaya peningkatan kompetensi pendidik dan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, kolaborasi antara Universitas Airlangga dan SMP Negeri 1 Pucuk turut mendukung SDGs nomor 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals), melalui kerja sama dalam memperkuat kapasitas pendidikan.
Program ini juga mendukung AIRLEARN (Airlangga Inclusive and Resilient Lifelong Education, Access, Resources, and Network), yang mendorong pembelajaran sepanjang hayat, perluasan akses pendidikan, dan peningkatan keterampilan secara berkelanjutan. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi guru untuk terus mengembangkan kemampuan digital dan menerapkannya dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Program Studi S1 Statistika UNAIR berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, dapat dimanfaatkan oleh para guru SMP Negeri 1 Pucuk untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidik.