Detail Artikel

SIMKUALITAS Kombo Berdaya Bantu Warga Gendongkulon Atasi Masalah Air Kapur [REVISI]

NISRINA KHAIRUNNISA (Mahasiswa) Dipublikasikan 15 July 2026
SIMKUALITAS Kombo Berdaya Bantu Warga Gendongkulon Atasi Masalah Air Kapur [REVISI]

Kombo Unair melakukan pengabdian masyarakat atasi masalah air di Lamongan

Unair News - Tim Komunitas Robotika atau Kombo Universitas Airlangga melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Gendongkulon, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini berlangsung melalui program Kombo Berdaya dalam rangka Unair Sustainaction 2026. Melalui program ini, tim menghadirkan SIMKUALITAS sebagai solusi air bersih berbasis teknologi tepat guna. SIMKUALITAS membantu warga mengatasi air kapur dan bau kaporit yang selama ini mengganggu kebutuhan rumah tangga. 

 

Desa Gendongkulon menghadapi persoalan kualitas air yang cukup dekat dengan aktivitas harian warga. Air yang warga gunakan masih mengandung kapur dan memiliki bau kaporit. Akibat kondisi tersebut, warga memerlukan solusi penyaringan air yang mudah mereka operasikan dan rawat secara mandiri. Menurut Darren, PIC Program SIMKUALITAS, "Masalah air kapur dan kaporit di Desa Gendongkulon memerlukan penanganan yang praktis. Melalui SIMKUALITAS, kami menghadirkan teknologi tepat guna yang ramah pengguna dan efektif meningkatkan kualitas air harian warga."  Karena itu, Kombo Berdaya merancang SIMKUALITAS untuk menyaring air secara lebih efektif. Alat ini membantu warga memperoleh air yang lebih jernih, tidak berbau, dan lebih layak pakai.

Kolaborasi Kombo Berdaya dengan Mahasiswa Internasional

Tim melaksanakan kegiatan penyuluhan pada 17 Juni 2026 di Balai Desa Gendongkulon. Setelah sesi penyuluhan, tim memasang filter air di Balai Desa dan Pondok Pesantren Sunan Santri Al Ikhlas. Kegiatan ini melibatkan warga, santri, perangkat desa, dan mahasiswa internasional dari Airlangga Global Engagement (AGE). Melalui keterlibatan tersebut, SIMKUALITAS tidak hanya menjadi program instalasi alat, tetapi juga ruang kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat desa, dan mahasiswa internasional. 

 

Dalam kegiatan tersebut, Kombo Berdaya menjelaskan cara penggunaan dan perawatan SIMKUALITAS kepada warga. Tim juga membagikan manual book agar warga memahami prosedur pemeliharaan filter. Melalui sosialisasi tersebut, warga dapat merawat alat secara mandiri setelah program selesai. Selain itu, warga dapat memantau kondisi air dan mengenali kapan filter perlu diperiksa. Pendekatan ini membuat program lebih berkelanjutan karena masyarakat tidak hanya menerima alat, tetapi juga memperoleh pengetahuan teknis dasar. 

 

Dalam pelaksanaan lapangan, tim memasang filter air tanpa hambatan berarti. Warga mulai menggunakan SIMKUALITAS untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagai hasilnya, air yang sebelumnya berbau menjadi lebih jernih dan layak pakai. Kehadiran alat ini juga membantu warga memahami pentingnya pengelolaan air bersih di lingkungan tempat tinggal mereka. 

Program kolaborasi ini turut menarik perhatian mahasiswa internasional yang ikut terlibat. Usman, mahasiswa internasional asal Nigeria, menilai SIMKUALITAS memberi dampak nyata bagi masyarakat pedesaan. Menurutnya, warga dapat belajar langsung dalam mengolah air agar lebih layak. Selain itu, ia menilai pemuda mampu menjadi kekuatan penting dalam pembangunan desa. 

Secara umum, SIMKUALITAS mendukung Sustainable Development Goals 6 melalui akses air bersih dan sanitasi layak. Melalui program ini, Kombo Berdaya menunjukkan peran mahasiswa dalam mengatasi masalah lingkungan secara langsung. Ke depan, Kombo Berdaya menargetkan SIMKUALITAS memberi manfaat jangka panjang bagi warga. Inovasi ini mendukung pencapaian SDGs Nomor 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dengan membuka peluang penerapan teknologi tepat guna di desa lain.