WELED Kombo Berdaya Ajak Warga Gendongkulon Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai
Kombo Unair membuat program WELED untuk pelatihan pengolahan sampah di Lamongan
Warga Desa Gendongkulon, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, menghadapi persoalan sampah domestik dalam aktivitas harian. Sampah rumah tangga masih bercampur karena warga belum memiliki pola pengelolaan yang teratur. Karena itu, Kombo Berdaya Universitas Airlangga menghadirkan WELED dalam rangka Unair Sustainaction 2026. Melalui WELED, tim mengajak warga mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
WELED merupakan Workshop Pengolahan Limbah dan Ekonomi Sirkular Digital berbasis teknologi tepat guna. Program ini memperkenalkan dua fokus pengolahan, yaitu limbah organik dan limbah plastik. Selain itu, WELED menempatkan warga sebagai pelaku utama dalam praktik pengelolaan sampah. Tim merancang kegiatan agar peserta memahami proses teknis secara sederhana dan langsung.
Kombo Berdaya menjalankan kegiatan WELED pada 31 Mei 2026 dan 17 Juni 2026. Tim memilih Balai Desa Gendongkulon dan Pondok Pesantren Sunan Santri Al Ikhlas sebagai lokasi kegiatan. Setelah itu, warga, santri, dan perangkat desa mengikuti penyuluhan serta demonstrasi alat. Keterlibatan peserta membuat kegiatan berjalan interaktif sejak awal hingga sesi praktik.
Menyulap Limbah Organik Menjadi Pupuk
Pada sesi limbah organik 31 Mei 2026, tim mengenalkan proses fermentasi memakai dua wadah bertingkat. Tim menggunakan EM4 dan molase untuk membantu penguraian sisa bahan organik. Dengan cara ini, WELED membantu warga menghasilkan eco-enzyme dari limbah rumah tangga. Warga juga mengolah ampas fermentasi menjadi kompos untuk kebutuhan tanaman.
Eco-enzyme memberi manfaat setelah warga mencampurnya dengan air sesuai kebutuhan. Cairan ini membantu membersihkan saluran air dan merawat tanaman di lingkungan rumah. Sementara itu, praktik langsung membuat peserta memahami fungsi setiap bahan dengan lebih mudah. Melalui sesi ini, WELED mendorong kebiasaan baru dalam pengolahan sampah organik.
Sentuhan Teknologi: Mengubah Botol Plastik Jadi Filamen Daur Ulang
Pada 17 Juni 2026, Kombo Berdaya mengenalkan pengolahan botol plastik menjadi filamen daur ulang. Tim membawa alat ekstrusi sederhana untuk mengubah plastik menjadi bahan bernilai guna. Agar proses berjalan stabil, pengguna memotong botol plastik dengan lebar sekitar delapan milimeter. Kemudian, pengguna memasukkan potongan plastik ke heatblock hingga keluar melalui nozzle. Pemanasan botol tersebut menghasilkan filamen yang membuka peluang bagi warga untuk menjualnya.
Pada akhirnya, WELED mendorong ekonomi sirkular dari tingkat desa. Program ini membantu warga mengurangi sampah, menjaga lingkungan, dan melihat limbah sebagai sumber nilai baru. Menurut Luther, selaku PIC Program WELED, "Tujuan utama kami adalah mengubah pola pikir warga terhadap sampah rumah tangga. Lewat program ini, kami menunjukkan bahwa limbah plastik dan organik bukan sekadar kotoran yang harus dibuang, melainkan aset yang bisa diolah kembali menjadi produk bermanfaat bagi lingkungan mereka sendiri." Kombo Berdaya berharap WELED menjadi model pelatihan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola limbah rumah tangga, sekaligus mendukung SDGs 12 (Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).