Kombo Berdaya Gelar Program Digidesa, Perkuat Digitalisasi Warga dan Santri di Gendongkulon
Kombo memberikan pelatihan DIGIDESA di Gendongkulon untuk mendukung digitalisasi desa
UNAIR NEWS – Komunitas Robotika (Kombo) Universitas Airlangga menggelar program Digitalisasi Desa (Digidesa) di Desa Gendongkulon sebagai bagian dari gerakan Kombo Berdaya Unair Sustainaction 2026. Program ini menyasar warga dan santri agar mereka lebih siap memanfaatkan teknologi digital. Tim Kombo Berdaya melaksanakan rangkaian kegiatan ini pada 30 Mei 2026 dan 22 Juni 2026. Pada agenda pertama, tim membagi pelatihan di dua lokasi, yaitu Balai Desa Gendongkulon dan Pondok Pesantren Sunan Santri Al Ikhlas, sebelum akhirnya memusatkan seluruh kegiatan lanjutan di Balai Desa Gendongkulon.
Melalui Digidesa, Kombo Berdaya memperluas akses pengetahuan digital bagi berbagai kelompok peserta. Tim mengenalkan keamanan digital agar peserta mampu melindungi data pribadi. Kemudian, tim mengajarkan penggunaan Google Drive, Google Docs, dan Google Spreadsheet. Setelah itu, peserta mempraktikkan penyimpanan dokumen, penulisan bersama, dan pengolahan data sederhana. Dengan cara ini, peserta memahami manfaat digitalisasi secara langsung.
Selain aplikasi produktivitas, tim juga mengenalkan Canva dan Figma kepada warga dan santri. Dua aplikasi tersebut membantu warga membuat desain untuk pendidikan, usaha, dan administrasi. Peserta kemudian mencoba membuat materi visual sesuai kebutuhan masing-masing. Tidak hanya itu, DIGIDESA memberi keterampilan baru yang dapat peserta kembangkan setelah pelatihan. Materi tersebut membuat kegiatan berjalan praktis, terarah, dan mudah untuk peserta.
Apresiasi Warga dan Santri terhadap Program Digidesa
Para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti Digidesa. Banyak santri aktif membuat desain menggunakan Figma. Bahkan, beberapa santri berhasil menghasilkan karya visual yang menarik. Salah seorang santri, Melanie, mengaku senang karena pelatihan membantu dirinya membuat desain lebih baik. Karena itu, Kombo Berdaya memberi apresiasi kepada peserta terbaik untuk menjaga suasana pelatihan tetap interaktif.
Di tingkat masyarakat, Digidesa juga mendapat respons positif dari warga. Salah seorang warga, Ibu Asaraf, merasakan manfaat pelatihan desain untuk promosi usaha. Sebelumnya, ia menggunakan jasa desain untuk membuat promosi usahanya. Namun, kini ia mampu membuat desain secara mandiri melalui aplikasi yang ia praktikkan. Dengan demikian, Digidesa membantu warga menghemat biaya dan meningkatkan keterampilan usaha.
Selain pelatihan desain, peserta juga mempelajari aplikasi produktivitas digital. Mereka berlatih membuat dokumen bersama, menyimpan berkas, dan mengatur data secara lebih rapi. Lebih lanjut, perangkat desa mengikuti pengenalan aplikasi pembuatan surat otomatis. Aplikasi tersebut membantu perangkat desa mempercepat layanan administrasi dan menata arsip dokumen. Doohan selaku PIC Program DIGIDESA menjelaskan, "Setiap materi yang kami bawa, mulai dari Google Workspace, Canva, Figma, hingga aplikasi surat otomatis, dirancang agar relevan dengan kebutuhan nyata di desa. Kami bersyukur melihat warga bisa langsung mempraktikkannya untuk memangkas biaya promosi usaha ataupun mempercepat administrasi desa."
Kombo Berdaya berharap Digidesa terus berkembang di Gendongkulon dan desa sekitarnya. Program ini mendorong masyarakat menggunakan teknologi secara lebih mandiri dan produktif. Selain itu, Digidesa memperkuat literasi digital masyarakat pedesaan. Digidesa juga membantu warga membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Program Digidesa menjadi langkah nyata Kombo Berdaya dalam memperkuat digitalisasi desa sekaligus mendukung SDGs 8 untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan keterampilan kerja warga.