MAHASISWA UNAIR GELAR SOSIALISASI PENCEGAHAN BULLYING – MENDUKUNG SDG 4
Mahasiswa BBK ke-8 Universitas Airlangga menyosialisasikan gerakan anti-bulllying kepada siswa kelas V UPT SD NEGERI 15 Gresik
Kasus kekerasan pada anak di Kabupaten Gresik kembali menjadi sorotan. Sepanjang bulan Januari hingga Februari 2026, KBPPA menyatakan sudah tercatat 86 kasus yang terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun pergaulan. Dalam menghadapi hal tersebut, tim BBK UNAIR Tlogopojok menggelar sosialisasi anti-bullying bertajuk “Yuk, Jadi Sahabat Baik!”. Program ini terselenggara pada Rabu (15/07/2026) di UPT SD NEGERI 15 Gresik, Kecamatan Gresik, Gresik. Sebanyak 47 siswa kelas V bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka siap menjadi bagian anti-bullying untuk menciptakan suasana sekolah yang nyaman.
SOSIALISASI “YUK JADI TEMAN BAIK”
Kegiatan diawali dengan kuis interaktif bergambar dan siswa diminta menentukan perilaku yang ditampilkan termasuk tindakan bullying atau tidak. Selanjutnya tim BBK UNAIR Tlogopojok menyampaikan materi mengenai pengertian, jenis, dampak, cara mencegah dan menyikapi bullying. Pemahaman diperkuat melalui games edukatif dan role play yang mengajak mereka mengidentifikasi bentuk bullying dan cara menyikapinya.
Briliana Budi Lestari selaku penanggung jawab menjelaskan bahwa sosialisasi anti-bullying penting diberikan kepada siswa yang sedang berada di usia transisi dari anak-anak ke remaja.
“Pada usia ini, mereka mulai banyak berinteraksi dengan teman sebaya dan masih belajar mengendalikan emosi. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membantu mereka mengenali berbagai bentuk bullying yang sering dianggap candaan. Harapannya, siswa menjadi lebih peduli dan berani melapor kepada guru atau orang tua jika melihat atau mengalami bullying", ujar Briliana.
Sosialisasi anti-bullying merupakan salah satu langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter siswa. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) target 4.a karena berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Ibu Yulya Astuthi selaku Kepala Sekolah UPT SD Negeri 15 Gresik, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Beliau berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman siswa sehingga kasus bullying di lingkungan sekolah dapat diminimalkan.
"Dengan kegiatan ini harapan saya, anak-anak dapat mengetahui tindakan apa saja yang disebut bullying dan yang bukan. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya bullying di lingkungan sekolah kami," ujar Bu Yulya.