Detail Artikel

Kembangkan Minat dan Bakat Anak: BBK 8 Sarongan Wujudkan SDG 4 melalui RUMAH BAKAT

CLEARY GABRIELLE TANDAYU LAHADE (Mahasiswa) Dipublikasikan 22 July 2026
Kembangkan Minat dan Bakat Anak: BBK 8 Sarongan Wujudkan SDG 4 melalui RUMAH BAKAT

Mahasiswa BBK menghadirkan inovasi edukasi melalui program RUMAH BAKAT sebagai upaya pengembangan minat dan bakat anak Desa Sarongan, Banyuwangi.

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) menghadirkan inovasi edukasi melalui program RUMAH BAKAT (Ruang Anak Bermain, Belajar, dan Kembangkan Talenta) sebagai upaya pengembangan minat dan bakat anak Desa Sarongan, Banyuwangi. RUMAH BAKAT menyediakan ruang belajar kreatif bagi siswa-siswi usia sekolah dasar. Program ini dirancang untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan literasi, keterampilan motorik, serta minat belajar anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif sesuai dengan jenjang pendidikan.

RUMAH BAKAT diadakan pada 20 Juli 2026 di Sekolah Dasar Negeri 3 Sarongan dan diikuti oleh 49 siswa-siswi kelas 1 hingga 3. Program ini dilanjutkan pada 21 Juli 2026 di lokasi yang sama dan diikuti oleh 45 siswa-siswi kelas 4 hingga 6. Kegiatan yang dilakukan berupa edukasi interaktif yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak-anak.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa BBK 8 Desa Sarongan sebagai fasilitator dan pelaksana program, dengan dukungan guru dan pihak sekolah sebagai pendamping kegiatan. Acara berlangsung dengan sangat baik. Tingginya antusiasme siswa-siswi mengikuti rangkaian acara ini menjadi faktor paling penting dari keberhasilan program kerja ini.

Sederhananya, program yang dilakukan berupa edukasi interaktif sesuai dengan talenta dan kegemaran anak. Aktivitas bagi anak-anak kelas 1 hingga 3 SD disesuaikan dengan kemampuan masing-masing jenjang, yakni mengasah kreativitas otak melalui mewarnai bagi kelas 1, meningkatkan daya imajinasi melalui kreasi menggunakan clay bagi kelas 2, dan meningkatkan kemampuan literasi melalui membaca bagi kelas 3. Sementara itu, aktivitas bagi anak-anak kelas 4 hingga 6 SD dibagi menjadi lima, yakni menggambar, seni kaligrafi Jepang atau Shodou, story telling menggunakan bahasa Inggris, bernyanyi, dan menari tradisional, dimana anak-anak bebas memilih kegiatan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

Program RUMAH BAKAT berkontribusi pada pencapaian poin-poin SDGs. Utamanya, poin yang dicapai melalui kegiatan ini adalah SDG keempat, atau Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan edukasi yang aman, inklusif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Secara jangka panjang, poin-poin SDGs yang dapat dicapai melalui adanya program ini adalah poin ketiga atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin kesepuluh atau Berkurangnya Kesenjangan, dan poin kesebelas atau Permukiman yang Berkelanjutan. Dampak dari program ini dapat dilihat melalui perkembangan talenta dan rasa ingin belajar anak-anak berdasarkan perbandingan hasil observasi situasi sebelum dan setelah kegiatan.

"Semoga kunjungan ke sini [SDN 3 Sarongan] dapat bermanfaat bagi siswa-siswi dan teman-teman sekalian [mahasiswa BBK 8 Desa Sarongan]," ujar Ibu Lufi Widiastuti, selaku Kepala Sekolah SDN 3 Sarongan.