Program CEGAH, Upaya Mahasiswa BBK 8 UNAIR Edukasi Pencegahan Stunting melalui Cooking Bonding Class
Mahasiswa BBK 8 UNAIR mengedukasi ibu balita mencegah stunting melalui Cooking Bonding Class dan edukasi gizi.
Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga Kelurahan Mulyorejo menyelenggarakan Cooking Bonding Class bertajuk Dimsum Ayam Wortel sebagai bagian dari program CEGAH (Cerdas Cegah Gizi Buruk dan Stunting pada Anak Hebat) pada Rabu (15/7/2026) di Balai RW 3, Kelurahan Mulyorejo, Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang, khususnya protein hewani, sebagai upaya pencegahan gizi buruk dan stunting sejak dini.
Kegiatan yang diikuti oleh 15 pasangan ibu dan balita ini terlaksana melalui kolaborasi mahasiswa BBK 8 dengan Kader Surabaya Hebat (KSH), serta mendapat dukungan dari dan Ketua RW 3 Kelurahan Mulyorejo setempat. Beberapa keluarga dengan balita yang telah teridentifikasi mengalami stunting juga turut hadir sebagai sasaran utama edukasi.
Stunting masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah kurangnya pemenuhan gizi seimbang, terutama protein hewani yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, masih banyak orang tua yang belum memiliki keterampilan mengolah bahan pangan bergizi menjadi menu yang menarik bagi balita. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa BBK 8 menghadirkan Cooking Bonding Class sebagai media edukasi yang interaktif, aplikatif, dan mudah diterapkan di lingkungan keluarga.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta manfaat protein hewani bagi tumbuh kembang balita. Selanjutnya, mahasiswa memberikan demonstrasi pembuatan Dimsum Ayam Wortel, mulai dari proses menyiapkan adonan, mengisi kulit dimsum, membentuk dimsum, hingga menata dimsum sebelum dikukus. Selama demonstrasi, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai kandungan gizi dari setiap bahan yang digunakan, seperti ayam, udang, wortel, dan sayuran lain sebagai sumber protein, vitamin, dan mineral.
Setelah sesi demonstrasi, para ibu mempraktikkan secara langsung pembuatan dimsum bersama balita masing-masing. Melalui kegiatan memasak bersama ini, peserta tidak hanya memperoleh contoh olahan makanan bergizi yang sederhana dan mudah dipraktikkan di rumah, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara ibu dan anak melalui aktivitas yang menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, beberapa balita sempat rewel sehingga perhatian ibu terbagi selama sesi berlangsung. Mahasiswa BBK 8 Mulyorejo mengatasi kondisi tersebut dengan membagi tugas pendampingan antaranggota sehingga kegiatan tetap berjalan dengan lancar dan seluruh peserta dapat mengikuti praktik memasak hingga selesai.
Penanggung jawab Program CEGAH, Vasyaura Nadhiazar, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar edukasi gizi tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
"Kami ingin ibu balita tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang, tetapi juga mampu mengolah bahan makanan bergizi menjadi menu yang menarik dan disukai anak. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk membantu mencegah gizi buruk dan stunting," ujarnya.
Melalui Program CEGAH, mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga berupaya mendukung langkah promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok balita. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), melalui peningkatan pengetahuan keluarga mengenai gizi seimbang, serta SDGs poin 3, Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pencegahan gizi buruk dan stunting sejak usia dini.