Lewat Sambang Desa, BEM FV UNAIR Ajak Warga Pasuruan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
BEM FV UNAIR melatih warga Desa Andonosari mengolah limbah plastik rumah menjadi paving block bernilai ekonomi dan bebas polusi.
Mahasiswa BEM FV UNAIR menggelar demo pembuatan paving block dari sampah plastik rumah tangga (Foto: Dok. BEM FV UNAIR)
UNAIR NEWS – Kementerian Pengabdian Masyarakat dan Pariwisata Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga berhasil mengubah limbah plastik menjadi produk paving block dalam program Sambang Desa di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan pada hari Senin (20/7/2026). Pembuatan paving block ini didemonstrasikan dengan semangat besar oleh warga setempat yang juga tertarik untuk mempelajari proses pengelolaan limbah.
Dalam demonstrasi tersebut, limbah plastik anorganik rumah tangga dilelehkan secara terkendali dan dicetak menjadi paving block yang padat, kuat, dan tahan lama. Antusiasme warga sangat terlihat dalam sesi praktik bagi masyarakat untuk bertanya dan berpartisipasi dalam melihat hasil bahan bangunan alternatif ini.
Mochammad Sholehhudin, S.KM., M.KL., dosen D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, menyampaikan bahwa inovasi paving block ini menjadi jawaban atas tantangan pengelolaan limbah di desa.
"Daripada dibakar dan memicu ISPA, limbah plastik lebih baik dicetak menjadi paving block. Cara ini efektif menghentikan polusi udara sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat." tegas Mochammad Sholehhudin.
Edukasi Pemilahan Sampah sebagai Bekal Praktik
Warga Desa Andonosari terlebih dahulu dibekali dengan edukasi mengenai tata cara pemilahan sampah dari lingkup rumah tangga sebelum memulai proses pembuatan paving block. Melalui pengenalan kode resin, masyarakat diajarkan cara mengidentifikasi jenis-jenis plastik serta menentukan bahan mana yang aman dan tepat untuk dilelehkan.
Edukasi yang berlandaskan pada prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace) ini menjadi dasar krusial agar warga memahami ancaman mikroplastik serta racun kimia yang timbul apabila limbah dibakar secara sembarangan. Pemahaman tersebut sangat menentukan tingkat keberhasilan dalam memilah bahan baku paving block yang akan digunakan.
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Tingginya ketertarikan warga Desa Andonosari menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan program ini. Pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block diharapkan dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Selain menciptakan lingkungan pemukiman yang bersih dan bebas dari polusi pembakaran sampah, inovasi bernilai guna ini berpotensi membuka peluang usaha baru dan meningkatkan perekonomian warga desa secara berkelanjutan.