Detail Artikel

Program “Kenali, Jaga, Cerita” sebagai Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

YEMIMA AYU SIHWIDHI DHARMAPUTRI SIRINGORINGO (Mahasiswa) Dipublikasikan 22 July 2026
Program “Kenali, Jaga, Cerita” sebagai Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Program Kenali, Jaga, Cerita meningkatkan pemahaman siswa tentang perlindungan diri dari kekerasan seksual dengan rata-rata post-test 96,17%.

Mahasiswa BBK 8 Tawangrejo Universitas Airlangga mengadakan program kerja pendidikan anti kekerasan seksual pada anak melalui “Kenali, Jaga, Cerita”. pendidikan ini merupakan edukasi terkait 5 area privasi tubuh yang tidak boleh dilihat, disentuh, dan dipegang oleh orang lain. Kegiatan dilakukan di 4 sekolah dasar Desa Tawangrejo, SDN 01, 02, 04, dan 05 Tawangrejo. Anggota terbagi dalam 2 tim, TIM A (SDN 02 & 05 Tawangrejo) dan TIM B (SDN 01 & 04 Tawangrejo) yang membawakan materi edukasi & sosialisasi, gerak dan lagu, post-test, dan tanya jawab beserta dengan pembagian hadiah dan bingkisan.

Dalam pelaksanaan program kerja, siswa siswi sekolah dasar di Tawangrejo diajak untuk berpartisipasi aktif dalam mempelajari area-area privasi tubuh. Kepala sekolah SDN 02 Tawangrejo, Sri Martini, menyatakan “Pendidikan terkait pendidikan anti kekerasan seksual sangat penting terutama pada anak-anak sekolah dasar tingkat besar yang akan atau sudah mengalami pubertas”. Hal ini juga mendukung program kerja “Kenali, Jaga, Cerita” sebagai usaha dalam mewujudkan SDG 3 Good Health & Well-Being dengan mencegah terjadinya gangguan fisik dan mental akibat kekerasan seksual pada anak.

“Program kerja ini diharapkan dapat menyokong kegiatan belajar mengajar dan menjadi ilmu tambahan bagi siswa-siswi sekolah dasar kami yang memiliki tenaga pengajar yang terbatas” sebut Kepala sekolah SDN 05 Tawangrejo, Hastomo. Pernyataan tersebut juga menjadi salah satu bukti bahwa program kerja “Kenali, Jaga, Cerita” menjadi komponen pendukung terwujudnya SDG 4 Quality Education. Dengan adanya kegiatan belajar-mengajar ini, siswa-siswa dapat menambah ilmu di luar kurikulum yang ditentukan serta membantu staf pengajar. 

Program “Kenali, Jaga, Cerita” memiliki efektivitas yang sangat baik. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui nilai rata-rata hasil post-test seluruh sekolah yang baik dengan 96.17% jawaban benar dan kehadiran diatas 90% di setiap sekolah. Seorang siswa juga mengatakan “Presentasi dan gerak lagu membantu saya mengerti area yang tidak boleh dipegang orang lain dan kalau saya tidak nyaman saya bisa langsung menerapkan no, go, dan tell”. Siswa-siswi sekolah dasar yang menjadi peserta dapat mempraktekkan prinsip No (Berkata tidak), Go (Berlari), dan Tell (Lapor pada orang dewasa). “Jika ada orang asing meminta untuk melihat area privasi saya harus bilang tidak ” sebut salah seorang siswa, dilanjutkan dengan sahutan siswa lain “langsung lari dan melapor ke orang dewasa”. Sehingga program kerja ini dapat dikatakan efektif dalam mendukung anti kekerasan seksual anak yang berhubungan dengan SDG 3 dan langsung membantu kegiatan mengajar dalam mendukung SDG 4.