Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Desa Widoropayung melalui Sosialisasi Stunting dan Demonstrasi MPASI
Mahasiswa BBK 8 UNAIR memberikan sosialisasi pencegahan stunting kepada Ibu balita di Posyandu pada 21 Juli 2026.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting dan pemantauan kesehatan, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program kerja di bidang kesehatan pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan yang bekerja sama dengan kader Posyandu ini diikuti oleh balita yang didampingi oleh orang tua dan 45 lansia. Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan balita dan lansia, sosialisasi mengenai stunting dan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), hingga demonstrasi memasak MPASI sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita melalui pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar lengan atas (LiLA), dan lingkar kepala. Pengukuran tersebut bertujuan untuk memantau status gizi sekaligus mendeteksi secara dini adanya risiko gangguan pertumbuhan. Hasil pengukuran diharapkan dapat menjadi bahan pemantauan bagi orang tua dan kader Posyandu agar tumbuh kembang anak dapat dipantau secara berkala.
Selain pemeriksaan balita, mahasiswa BBK 8 UNAIR juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar pinggang (LP), tekanan darah (TD), dan kadar gula darah acak (GDA). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan lansia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular. Setelah pemeriksaan selesai, lansia juga diberikan obat sesuai dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga kesehatan yang bertugas.
Selanjutnya, mahasiswa BBK 8 UNAIR juga memberikan sosialisasi mengenai stunting dan MPASI kepada 10 Ibu yang memiliki balita. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stunting, faktor penyebab stunting, dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada anak, serta langkah-langkah pencegahannya melalui pemenuhan gizi yang optimal sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain itu, para Ibu juga diberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada Ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI yang tepat waktu dan sesuai dengan usia anak, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sebagai bentuk penerapan dari materi yang telah disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi memasak MPASI menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Demonstrasi ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada para Ibu mengenai cara mengolah MPASI yang sesuai dengan usia anak serta tetap memperhatikan prinsip kebersihan dan keamanan pangan selama proses pengolahan. Melalui kegiatan ini, para Ibu diharapkan dapat meningkatkan keterampilannya dalam menyiapkan MPASI yang sehat, bergizi, dan mudah diterapkan di rumah masing-masing.
Program kerja ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat sekitar. Salah satu kader Posyandu, Bu Windah, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga sangat membantu pelaksanaan kegiatan posyandu.
“Kehadiran adik-adik BBK 8 UNAIR Universitas Airlangga sangat membantu kami saat kegiatan Posyandu, terutama dalam pemantauan pertumbuhan anak dan pemeriksaan kesehatan lansia. Pelayanan menjadi lebih lancar, dan masyarakat juga mendapatkan edukasi yang bermanfaat,” ujar Bu Windah selaku kader posyandu.
Respon positif juga disampaikan oleh salah seorang Ibu yang mengikuti sosialisasi dan demonstrasi MPASI. Ia mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Terima kasih atas ilmunya, saya jadi lebih memahami tentang stunting dan cara membuat MPASI yang bergizi untuk anak. Penjelasannya juga mudah dipahami dan demonstrasi memasaknya juga sangat membantu” ungkap salah seorang Ibu.
Melalui program kerja ini, mahasiswa BBK 8 UNAIR berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin serta pemenuhan gizi yang optimal sejak dini sebagai upaya mencegah stunting. Kolaborasi antara mahasiswa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pemeriksaan kesehatan balita dan lansia serta edukasi mengenai pencegahan stunting. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education) dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu terkait penyusunan MPASI yang bergizi, serta mencerminkan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa BBK 8 UNAIR, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan berkelanjutan.