Mengenal Bahasa Jepang Melalui SAPA bersama BBK 8 UNAIR Tulung, Madiun
BBK 8 mengenalkan dasar Bahasa Jepang kepada siswa SDN 3 Tulung melalui program SAPA untuk mendukung pendidikan berkualitas.
Madiun – Kelompok Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga melaksanakan program kerja SAPA (Sarana Ajar Percakapan Asing) di SDN 3 Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar. Melalui SAPA, mahasiswa BBK berupaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 yaitu Quality Education, dengan menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Pengenalan bahasa asing sejak usia dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap bahasa dan budaya negara lain. Selain memperkaya pengalaman belajar, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mempelajari hal-hal baru. Bahasa Jepang dipilih sebagai materi pembelajaran karena memiliki daya tarik tersendiri di kalangan anak-anak, baik melalui budaya populer maupun sistem penulisannya yang unik.
Kegiatan perdana SAPA dilaksanakan pada Senin (20/7) dengan melibatkan siswa-siswi SDN 3 Tulung. Pada pertemuan pertama, mahasiswa BBK memperkenalkan materi Aisatsu, yaitu ungkapan sapaan dasar dalam Bahasa Jepang, seperti ohayou gozaimasu (selamat pagi), konnichiwa (selamat siang), konbanwa (selamat malam), serta beberapa ungkapan perkenalan sederhana. Setelah itu, siswa diajak mengenal huruf hiragana sebagai dasar dalam sistem penulisan Bahasa Jepang dan mempraktikkan cara menuliskannya secara bertahap.
Selama proses pembelajaran, suasana kelas berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para siswa siswi tampak bersemangat mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh mahasiswa BBK. Mereka dengan percaya diri menulis huruf hiragana serta kosakata Bahasa Jepang, menjawab pertanyaan yang diajukan dan aktif berpartisipasi dalam berbagai aktivitas interaktif yang telah disiapkan. Pendekatan belajar yang dikemas melalui praktik langsung, dan latihan singkat membuat siswa siswi lebih mudah memahami materi sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Antusiasme tersebut turut mendapat apresiasi dari guru SDN 3 Tulung, Ibu Desy. Beliau menyampaikan bahwa program SAPA memberikan pengalaman belajar baru bagi para siswa sekaligus memperkenalkan mereka pada bahasa asing yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Apresiasi tersebut juga ditunjukkan melalui unggahan status WhatsApp yang menampilkan momen kebersamaan bersama mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga. Dalam unggahannya, Ibu Desy menuliskan,
"Arigatou Gozaimasu kakak KKN UNAIR sudah berbagi ilmu bahasa Jepang di sekolah kami."
Ungkapan tersebut menjadi bentuk terima kasih sekaligus dukungan atas pelaksanaan program SAPA yang memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa SDN 3 Tulung.
Melalui program SAPA, Kelompok BBK 8 Universitas Airlangga berharap dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi siswa SDN 3 Tulung. Tidak hanya memperkenalkan dasar-dasar Bahasa Jepang, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar, memperluas wawasan kebahasaan dan budaya, serta memotivasi siswa untuk terus mengeksplorasi pengetahuan baru. Untuk ke depannya, SAPA diharapkan menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam mengenal bahasa asing sejak usia dini.