Tari Gandrung Siswa Tunarungu Meriahkan Festival Tanjung Wangi Kebondalem Dukung SDG4
Penampilan Tari Gandrung siswa tunarungu SLB PGRI Bangorejo di Festival Seni Tanjung Wangi Kebondalem menjadi wujud pendidikan inklusif
Banyuwangi - Penampilan Tari Gandrung yang dibawakan oleh siswa tunarungu dari SLB PGRI Bangorejo berhasil mencuri perhatian masyarakat pada Festival Seni Tari Tanjung Wangi Kebondalem pada Sabtu, 18 Juli 2026. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan inklusif mampu memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi dan melestarikan budaya daerah. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas yang menekankan pendidikan inklusif dan kesempatan belajar yang setara bagi semua orang.
Kepala SLB PGRI Bangorejo menjelaskan bahwa persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. “Latihan hanya berlangsung selama dua hari dan dipandu langsung oleh guru SLB kami.” ungkapnya. Latihan dilaksanakan di sekolah tanpa bantuan dari pihak luar seperti guru sanggar tari. Meskipun waktu persiapan yang sangat singkat dan tanpa adanya campur tangan pihak luar, para siswa mampu menampilkan Tari Gandrung dengan penuh percaya diri berkat semangat belajar yang tinggi.
Selama proses latihan, guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan komunikasi dengan siswa tunarungu. Mengatasi hal tersebut, pembelajaran dilakukan menggunakan hitungan ketukan sebagai panduan irama dan bahasa isyarat sebagai media komunikasi utama selama latihan. Pendekatan tersebut membantu siswa untuk memahami setiap gerakan tari secara bertahap hingga mampu menampilkan tarian secara kompak.
Keberhasilan penampilan ini tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak. Guru memberikan pendampingan selama proses latihan, orang tua yang terus memberikan dukungan motivasi kepada anak-anak, sedangkan para siswa menunjukkan optimisme dan semangat yang tinggi untuk terus berlatih. Dukungan tersebut yang menjadi faktor penting keberhasilan pertunjukkan yang menarik perhatian masyarakat.
Kepala Desa Kebondalem mengapresiasi keterlibatan SLB PGRI Bangorejo dalam Festival Seni Tari Tanjung Wangi. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kehadiran siswa tunarungu dalam pertunjukkan seni tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkarya dan berprestasi.
Penampilan Tari Gandrung oleh siswa tunarungu mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas serta sejalan dengan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Melalui festival tersebut, siswa penyandang disabilitas memperoleh ruang yang setara untuk menunjukkan bakat, berpartisipasi dalam pelestarian budaya, serta membangun kepercayaan diri di tengah masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan dukungan guru, orang tua, sekolah dan pemerintahan desa, setiap anak dapat menunjukkan kemampuannya tanpa merasa dibatasi oleh perbedaan.