Detail Artikel

Edukasi Fisioterapi untuk Cegah Nyeri Punggung Bawah, BBK 8 Universitas Airlangga Sasar Kader Dasa Wisma, PKK, dan Perangkat Desa

RESTI YUNITA ZYAKARIA (Mahasiswa) Dipublikasikan 23 July 2026
Edukasi Fisioterapi untuk Cegah Nyeri Punggung Bawah, BBK 8 Universitas Airlangga Sasar Kader Dasa Wisma, PKK, dan Perangkat Desa

Edukasi fisioterapi pencegahan nyeri punggung bawah bagi masyarakat Desa Bades.

Lumajang, 21 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 8 Desa Bades 1 Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan edukasi fisioterapi mengenai pencegahan nyeri punggung bawah (low back pain) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada Senin (20/7) bersama kader Dasa Wisma dan dilanjutkan pada Selasa (21/7) di Balai Desa Bades dengan sasaran ibu-ibu PKK serta perangkat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, pencegahan, serta latihan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri untuk mengurangi risiko terjadinya nyeri punggung bawah.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, sesi tanya jawab, serta demonstrasi latihan fisioterapi. Agar peserta lebih mudah memahami materi, salah satu perangkat Desa Bades, Bapak Agus, bersedia menjadi peraga saat praktik berlangsung. Bapak Agus mengaku sering mengalami keluhan nyeri pada bagian pinggang setiap pagi sehingga tertarik untuk mencoba latihan yang diperagakan oleh mahasiswa. Dengan pendampingan mahasiswa fisioterapi, beliau mempraktikkan gerakan peregangan dan penguatan otot punggung yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta. Demonstrasi tersebut membuat peserta lebih memahami teknik latihan yang benar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait kebiasaan sehari-hari yang dapat memicu nyeri punggung bawah, seperti posisi duduk yang kurang tepat, mengangkat beban berat, hingga pentingnya melakukan peregangan sebelum beraktivitas. Salah seorang peserta dari kader Dasa Wisma menyampaikan, "Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena banyak masyarakat yang mengalami sakit pinggang, tetapi belum mengetahui cara mencegah maupun menguranginya." Sementara itu, Bapak Agus mengungkapkan, "Saya sering merasakan sakit pinggang setiap bangun pagi. Setelah mencoba gerakan yang diajarkan, saya jadi tahu latihan sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah."

Melalui kegiatan edukasi ini, BBK 8 Desa Bades 1 Universitas Airlangga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang melalui postur tubuh yang baik, aktivitas fisik yang tepat, serta latihan fisioterapi secara rutin. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan literasi kesehatan dan upaya preventif untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.